Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menginstruksikan penambahan fasilitas toilet di Arafah menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 2026. Langkah ini diambil setelah tim pemantau menemukan rasio ketersediaan toilet bagi jemaah masih belum ideal. Menhaj menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi mendalam terhadap kesiapan layanan di Arafah, khususnya fasilitas sanitasi yang krusial saat pelaksanaan wukuf. Saat ini, rasio toilet di kawasan Arafah tercatat berada di angka satu banding 50 jemaah.
Rasio Toilet Belum Standar
“Secara teknis memang belum standar, tapi ini sementara yang bisa kita capai,” ujar Irfan kepada tim Media Center Haji di Makkah, Kamis (21/5/2026). Penambahan toilet ditargetkan dapat meningkatkan kenyamanan jemaah selama berada di Arafah.
Inspeksi Tenda di Arafah dan Mina
Selain urusan sanitasi, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kesiapan infrastruktur pendukung lainnya di kawasan Arafah dan Mina. Dalam pengecekan tersebut, tim mengidentifikasi adanya ketidaksesuaian kapasitas tenda di sejumlah titik penempatan jemaah. Pada salah satu tenda, daya tampung yang semula dialokasikan untuk 360 orang ternyata secara riil hanya mencukupi bagi 332 jemaah.
Hitung Ulang Kapasitas Tenda
Guna mengantisipasi adanya jemaah yang telantar atau tidak mendapatkan tempat saat puncak haji, Kemenhaj kini mengambil langkah untuk menghitung ulang kapasitas seluruh tenda secara manual. “Tadi tim kita akan hitung secara manual semuanya,” ungkap Irfan menambahkan. Pemerintah menargetkan seluruh pembenahan dan pemenuhan kekurangan fasilitas tersebut dapat rampung dalam waktu lima hari, sebelum mobilisasi jemaah ke Arafah dimulai.
Pengecekan Intensif di Mina
Pengecekan serupa juga akan diintensifkan di Mina, mengingat masa tinggal jemaah di kawasan tersebut relatif lebih lama dibandingkan di Arafah. “Insya Allah tim kita akan bekerja keras. Kita lihat tim kita kerjanya tidak melihat jam,” pungkas Menhaj. Dengan langkah ini, diharapkan puncak haji 2026 dapat berjalan lancar dan nyaman bagi seluruh jemaah Indonesia.



