Gubernur Koster Tegaskan Perayaan Nyepi dan Idulfitri di Bali Berjalan Damai
Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan bahwa perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri di Pulau Dewata akan berjalan dengan lancar dan harmonis. Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi narasi-narasi yang beredar di media sosial yang mencoba mempertentangkan dua perayaan besar keagamaan tersebut. Koster dengan tegas menyatakan bahwa narasi tersebut tidak benar dan tidak mencerminkan realitas di lapangan.
Koordinasi Intensif dengan Kepolisian
Untuk memastikan kelancaran perayaan, Gubernur Koster telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak kepolisian, khususnya Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri. Koordinasi ini bertujuan untuk mengatur pengamanan dan kenyamanan selama masa perayaan, mengingat Nyepi jatuh pada tanggal 19 Maret dan Idulfitri diperkirakan pada tanggal 21 Maret 2026, dengan selisih hanya satu hari. Koster menjelaskan, "Tidak berhimpit sebenarnya. Nyepi pada 19 Maret, kemudian Ngembak Geni tanggal 20 pagi. Sore harinya baru malam takbiran, karena Idul Fitri diperkirakan tanggal 21. Jadi tidak beririsan sebenarnya," tegasnya seperti dikutip dari siaran pers.
Surat Edaran untuk Harmoni Beragama
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan surat edaran bersama dengan semua majelis umat beragama di Bali, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). Surat ini berisi pengaturan kegiatan keagamaan untuk mencegah potensi gangguan antarumat beragama. "Kami sudah membuat surat edaran bersama dengan semua majelis umat beragama di Bali, terutama dengan Majelis Ulama Indonesia. Jadi semuanya sudah clear dan tidak ada masalah," kata Koster. Dengan ini, diharapkan umat Hindu yang merayakan Nyepi dan umat muslim yang merayakan Idulfitri dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang tanpa saling mengganggu.
Dukungan untuk Operasi Ketupat
Gubernur Koster juga menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana Operasi Ketupat yang dipimpin oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho. Operasi ini tidak hanya fokus pada pengamanan lalu lintas arus mudik dan balik, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran negara dalam mengamankan momentum sosial masyarakat. "Saya sebagai Gubernur tentu harus ikut berkontribusi mendukung apa yang menjadi rencana Bapak Kakorlantas, karena ini adalah program Bapak Kapolri yang harus kita sukseskan secara bersama-sama," ujar Koster.
Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan yang mencakup berbagai aspek, termasuk pengamanan di jalur tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan seperti Gilimanuk-Ketapang, tempat ibadah, dan kawasan wisata. "Tempat wisata juga menjadi perhatian karena Bali merupakan salah satu tujuan wisata utama masyarakat saat libur Lebaran," katanya. Kakorlantas juga memastikan penyesuaian jam operasional penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk untuk menghormati perayaan Nyepi.
Upaya Pengamanan Menyeluruh
Berikut adalah beberapa upaya pengamanan yang telah disiapkan untuk mendukung kelancaran perayaan Nyepi dan Idulfitri di Bali:
- Koordinasi rutin antara pemerintah daerah, kepolisian, dan majelis umat beragama.
- Penerbitan surat edaran bersama untuk mengatur kegiatan keagamaan.
- Pelaksanaan Operasi Ketupat yang mencakup pengamanan di titik-titik vital seperti pelabuhan dan tempat wisata.
- Penyesuaian jam operasional transportasi umum, khususnya di pelabuhan penyeberangan.
- Peningkatan pengawasan di media sosial untuk mencegah penyebaran narasi provokatif.
Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Provinsi Bali dan kepolisian berkomitmen untuk menciptakan suasana damai dan aman selama perayaan kedua hari besar agama tersebut, memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Bali.



