Kemensos Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Pasuruan, Jawa Timur
Kemensos Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Pasuruan

Kemensos Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Pasuruan

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) telah mengambil langkah cepat dengan menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Banjir ini terjadi pada Selasa (24/3) pukul 15.30 WIB, dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan debit Sungai Gembong meningkat secara signifikan dan akhirnya meluap, merendam permukiman warga di sekitarnya.

Pernyataan Resmi dari Menteri Sosial

Dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan pada Rabu (25/3/2026), Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen pemerintah. "Kemensos telah mendistribusikan bantuan bencana banjir di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi," ujarnya. Pernyataan ini menekankan fokus pada respons berkelanjutan untuk mendukung korban.

Rincian Bantuan Logistik yang Disalurkan

Bantuan logistik yang disalurkan mencakup berbagai item penting untuk memenuhi kebutuhan dasar warga. Paket-paket tersebut meliputi:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • 1.000 paket makanan siap saji
  • 1.000 paket lauk pauk siap saji
  • 200 paket family kit
  • 148 paket kidsware
  • 100 paket sandang bayi
  • 45 paket sandang anak
  • 34 paket sandang dewasa
  • 200 lembar kasur
  • 200 lembar selimut
  • 200 lembar tenda gulung

Bantuan ini dikirim dari Sentra Terpadu Soeharso di Solo pada Rabu (25/3) menuju Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, untuk kemudian didistribusikan secara langsung kepada warga yang terkena dampak banjir.

Koordinasi dan Asesmen di Lapangan

Selain penyaluran bantuan, Dinas Sosial (Dinsos) bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pasuruan telah melakukan asesmen dan kaji cepat di lokasi terdampak. Mereka berkoordinasi erat dengan aparat kecamatan dan pemerintah desa setempat untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak warga. Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Sosial, BPBD Kabupaten Pasuruan, aparat kepolisian, Tagana, serta unsur terkait lainnya juga terlibat dalam evakuasi warga, dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia ke lokasi aman seperti aula dan kantor desa terdekat.

Data Sementara Korban dan Dampak Banjir

Data sementara mencatat bahwa sebanyak 3.898 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 11.694 jiwa terdampak banjir. Wilayah yang terkena dampak tersebar di Kecamatan Beji, meliputi Desa Cangkring Malang dengan 1.804 KK (5.412 jiwa), Desa Kedung Ringin dengan 1.187 KK (3.561 jiwa), Desa Beji dengan 705 KK (2.115 jiwa), Desa Pagak dengan 120 KK (360 jiwa), serta Desa Gajah Bendo dengan 82 KK (246 jiwa). Hingga saat ini, data jumlah pengungsi, lokasi pengungsian, dan kerugian material masih dalam proses pendataan. Namun, tidak terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka, yang menjadi kabar baik di tengah situasi sulit ini.

Kondisi Lingkungan dan Penanganan Berkelanjutan

Banjir telah merendam akses jalan dan permukiman warga dengan ketinggian air berkisar antara 80 hingga 130 cm. Hingga saat ini, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan, dan air masih menggenangi sejumlah permukiman warga dengan ketinggian yang bervariasi. Penanganan banjir melibatkan berbagai unsur, antara lain Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, BPBD Kabupaten Pasuruan, TNI/Polri, aparat kecamatan dan desa setempat, Tagana Kabupaten Pasuruan, serta instansi terkait lainnya, menunjukkan upaya kolaboratif untuk mengatasi krisis ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga