Kementerian Kebudayaan Dukung Penyelenggaraan Waisak 2026 di Candi Borobudur
Jakarta - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia secara resmi mendukung rencana penyelenggaraan perayaan Waisak tahun 2026 yang akan digelar di Kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei 2026 ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah melalui Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Pertemuan dengan Walubi
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Fadli Zon saat menerima kunjungan Dewan Pimpinan Pusat Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) di Ruang Mataram, Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Fadli tidak hanya menyampaikan dukungan tetapi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan perayaan Waisak yang dinilai memiliki makna lebih dari sekadar agenda keagamaan.
"Kami sangat mengapresiasi rencana perayaan Waisak oleh WALUBI di Candi Borobudur," tegas Fadli dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 13 April 2026. "Kementerian Kebudayaan senantiasa mendukung pelaksanaan hari raya keagamaan ini, karena merupakan bagian dari perjalanan spiritual yang sejalan dengan visi Kementerian Kebudayaan dalam menjadikan warisan budaya sebagai living heritage."
Pendekatan Living Heritage
Lebih lanjut, Fadli menegaskan bahwa pendekatan living heritage menjadi landasan penting dalam upaya pelindungan, pemanfaatan, dan pengembangan warisan budaya secara berkelanjutan. Ia berharap perayaan Waisak di Candi Borobudur dapat memperkuat narasi tersebut, termasuk dalam aspek pengelolaan artefak dan pengayaan informasi sejarah melalui museum.
"Kami terus memperkuat narasi living heritage yang ada di Candi Borobudur," jelasnya. "Termasuk mengenai artefak dan museum yang selama ini masih terus kami lengkapi narasinya, termasuk membawa beberapa artefak ke daerah Pujon dan juga dokumentasi digitalisasi buku-buku yang ada di Borobudur."
Harapan untuk Waisak 2026
Di akhir sambutannya, Fadli menyampaikan harapan agar pelaksanaan Waisak 2026 dapat memberikan dampak positif yang luas. "Kami berharap perayaan Waisak beserta seluruh rangkaian kegiatannya dapat berjalan sukses serta memberikan dampak positif, baik secara spiritual maupun kultural, bagi masyarakat luas," ujarnya.
Persiapan dan Perbedaan Pelaksanaan
Sementara itu, dari pihak penyelenggara, Wakil Ketua Panitia Perayaan Waisak 2026, Karuna Murdaya, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Waisak 2026 akan memiliki beberapa perbedaan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Detik Waisak diperkirakan akan jatuh pada pukul 15.44 WIB, sehingga rangkaian prosesi akan dimulai lebih awal di pagi hari dan dilanjutkan dengan Dharmasakti serta pelepasan lampion pada pukul 19.30 WIB.
Walubi juga telah menyiapkan sejumlah agenda pendukung sebagai bagian dari rangkaian perayaan yang lebih komprehensif:
- Kegiatan pembersihan makam
- Bakti sosial untuk masyarakat sekitar
- Pengambilan api suci Waisak atau Api Dharma di Mrapen, Grobogan
- Pengambilan air suci di Umbul Jumprit, Temanggung
Hadir dalam Pertemuan
Pertemuan penting ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan perwakilan terkait, antara lain:
- Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan
- Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Hubungan Antar Lembaga, Ismunandar
- Pelaksana Harian Waisak 2026, Bhante Srivisarn
- Wakil Ketua Panitia, Carren Catherina
Dukungan pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan perayaan Waisak 2026 sekaligus mengangkat nilai-nilai budaya dan spiritual yang terkandung dalam warisan hidup bangsa Indonesia.



