Dukun di Sinjai Viral karena Mantra Tak Senonoh dan Ritual Mirip Salat
Seorang dukun bernama Risal di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik setelah video-videonya yang berisi mantra tak senonoh dan ritual yang diduga menyerupai gerakan salat viral di media sosial. Risal kini telah dipanggil oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan terkait konten yang dianggap kontroversial tersebut.
Konten Video yang Memicu Kontroversi
Dalam salah satu video yang beredar luas, Risal terlihat mengajarkan mantra kepada sekelompok ibu-ibu sebagai cara untuk mengatasi tulang ikan yang tersangkut di tenggorokan. Namun, mantra yang diajarkan tersebut mengandung kata-kata yang tidak senonoh, dengan menyebut alat kelamin perempuan dan laki-laki dalam bahasa Bugis. Ada perbedaan bacaan mantra yang diajarkan untuk laki-laki dan perempuan, yang semakin menambah kontroversi.
Video lainnya menunjukkan Risal mengenakan songkok Recca, baju kaus hitam, dan sarung berwarna hitam. Dia berdiri di depan sebuah baskom berisi air, kemudian menoleh ke kanan dan kiri sambil mulutnya terus berkomat-kamit. Ritual tersebut dilanjutkan dengan gerakan mengangkat tangan seperti takbir dalam salat, diikuti dengan gerakan rukuk, yang memicu dugaan peniruan terhadap ibadah umat Muslim.
Respons dari Kepolisian
Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Adi Asrul, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan monitoring dan pengawasan terhadap video viral tersebut. "Yang pasti, kami lakukan monitoring dan pengawasan terkait video yang viral tersebut. Kami juga sudah menjadwalkan pemeriksaan yang bersangkutan," ujar Asrul, seperti dilansir dari sumber berita lokal.
Asrul menjelaskan bahwa Risal merekam dirinya di Desa Era Baru, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai. Video tersebut mulai viral sejak Minggu, 29 Maret 2026, meskipun kejadiannya telah terjadi beberapa hari sebelumnya. "Lokasinya itu di Desa Era Baru. Kejadian sudah beberapa hari lalu, kemarin baru viral. Tapi untuk memastikan kejadiannya itu saya undang yang bersangkutan (Risal)," tambahnya.
Implikasi dan Tanggapan Masyarakat
Viralnya video ini telah memicu berbagai tanggapan dari masyarakat, mulai dari kekhawatiran atas penyalahgunaan praktik spiritual hingga kritik terhadap konten yang dianggap tidak pantas dan menghina agama. Banyak netizen menyerukan agar tindakan Risal ditindak tegas untuk mencegah penyebaran konten serupa di masa depan.
Insiden ini juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat tentang batasan dalam praktik pengobatan tradisional dan penghormatan terhadap keyakinan agama. Polisi diharapkan dapat menyelidiki kasus ini secara mendalam untuk menentukan apakah ada unsur pelanggaran hukum, seperti penistaan agama atau penyebaran konten asusila.
Sebagai langkah pencegahan, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi konten viral dan melaporkan hal-hal yang dianggap meresahkan. Kasus ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk menjaga harmoni sosial dan menghormati keberagaman budaya serta agama di Indonesia.



