BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat Jelang Imlek 17 Februari
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sebagian wilayah Indonesia dalam periode 15 hingga 21 Februari 2026. Prediksi ini mencakup peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, yang bahkan dapat disertai petir dan angin kencang di berbagai daerah.
Faktor Penyebab Peningkatan Curah Hujan
Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan ini dipicu oleh penguatan angin Monsun Asia. Monsun Asia membawa aliran angin baratan yang cukup dominan, sehingga mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.
Kondisi ini diperkuat oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase Samudra Hindia, serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby. Kombinasi faktor-faktor ini memicu terbentuknya perlambatan dan belokan angin (konvergensi), khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
Wilayah yang Berpotensi Terdampak
Pada periode 15-16 Februari, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk:
- Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.
Memasuki 17-18 Februari, yang bertepatan dengan perayaan Imlek, potensi cuaca ekstrem masih membayangi wilayah seperti:
- Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.
Sementara itu, pada 19 Februari, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan. Lalu, pada tanggal 20-21 Februari, potensi cuaca ekstrem masih berlanjut, terutama di wilayah Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
Imbauan untuk Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan serta langkah mitigasi sesuai dengan tingkat risiko dan karakteristik kerentanan wilayah masing-masing.
BMKG juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan namun tetap tenang. Masyarakat disarankan untuk menghindari aktivitas di lokasi berisiko, seperti daerah aliran sungai, lereng rawan longsor, serta wilayah yang berpotensi mengalami banjir dan genangan.
Dengan prediksi ini, diharapkan semua pihak dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mengurangi risiko bencana alam yang mungkin terjadi selama periode cuaca ekstrem ini, termasuk saat perayaan Imlek pada 17 Februari mendatang.



