KLH Pastikan Bara Asap di Gudang Pestisida Tangsel Padam, Bau Menyengat Berkurang
Bara Asap Gudang Pestisida Padam, Bau Berkurang

KLH Pastikan Bara Asap di Gudang Pestisida Tangsel Padam, Bau Menyengat Berkurang

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono memberikan kepastian bahwa bara asap di gudang penyimpanan pestisida yang terbakar di Tangerang Selatan (Tangsel) telah benar-benar padam. Dalam keterangan persnya pada Sabtu (14/2/2026), Diaz menyatakan bahwa tim dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) masih berada di lokasi kejadian untuk memantau perkembangan situasi.

"Saat ini, tim dari KLH masih di lokasi gudang terbakar. Ada deputi dan beberapa direktur. Tadi pagi memang masih terasa bau menyengat, dan di dalam gudang masih ada bara asap," kata Diaz kepada para wartawan. Namun, ia menekankan bahwa kondisi telah membaik secara signifikan sejak pemantauan terakhir.

Penanganan Khusus untuk Mencegah Reaksi Kimia Berbahaya

Diaz menjelaskan bahwa tim pemadam kebakaran yang datang ke lokasi tidak melakukan penyiraman dengan air, meskipun bau menyengat masih terasa. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan untuk menghindari terjadinya reaksi kimia yang berpotensi berbahaya.

"Tim damkar sudah datang namun setahu saya tidak melakukan penyiraman dengan air, karena kita khawatir takut ada reaksi asam nitrate dengan air," ujarnya. Sebagai gantinya, tim melakukan penimbunan dengan pasir untuk menahan senyawa kimia agar tidak menyebar ke udara sekitar dan mencegah dampak lingkungan yang lebih luas.

Diaz kemudian memastikan bahwa berdasarkan pemantauan pada Jumat malam (13/2), bara asap sudah tidak terlihat lagi di lokasi. "Malam ini (Jumat 13 Februari) saya sudah cek, sudah tidak ada lagi bara asap, dan baunya sudah berkurang dari yang terasa tadi pagi," tegasnya. Penurunan intensitas bau ini menjadi indikator positif bahwa situasi mulai terkendali.

Rencana Pemindahan Drum dan Kolaborasi dengan Kementan

Untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut, KLH telah menggandeng PT Organo Science Lab untuk melakukan pengujian kualitas udara di sekitar lokasi. Selain itu, rencana pemindahan sejumlah drum biru yang berisi bahan baku pestisida telah disusun dengan matang.

"Besok (Sabtu 14 Februari), pagi jam 07.00, beberapa drum biru yang ada di gudang, akan kita pindahkan ke lokasi lain, dan akan ditangani sesuai Permentan Nomor 24/2011. Karena itu, kami juga akan melibatkan Kementan khususnya Direktorat Pupuk dan Pestisida," tutur Diaz. Kolaborasi antar kementerian ini diharapkan dapat memastikan penanganan yang sesuai dengan regulasi dan standar keamanan.

Dampak Kebakaran dan Upaya Pemulihan Lingkungan

Kebakaran di pabrik pestisida yang berlokasi di Kecamatan Setu, Kota Tangsel, ini terjadi pada Senin (9/2) dan membutuhkan penanganan intensif selama tujuh jam sebelum api berhasil dipadamkan. Petugas harus menggunakan dua truk pasir untuk mengatasi kobaran api yang bersumber dari bahan kimia berbahaya.

Insiden ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga meninggalkan dampak lingkungan yang serius. Sungai Cisadane diduga tercemar oleh limbah dari kebakaran, yang menyebabkan banyak ikan mati dan air sungai berubah warna menjadi putih. Kondisi ini mempertegas pentingnya penanganan cepat dan tepat untuk mencegah pencemaran yang lebih parah.

Upaya pemulihan lingkungan terus dilakukan, dengan fokus pada pemantauan kualitas air dan udara serta koordinasi antar instansi terkait. KLH berkomitmen untuk memastikan bahwa semua langkah penanganan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.