Pascamerger, XLSmart Kantongi 73 Juta Pelanggan dan Gaspol 5G di 2026
XLSmart: 73 Juta Pelanggan Pascamerger, Gaspol 5G di 2026

XLSmart Tembus 73 Juta Pelanggan Pascamerger, Siap Gaspol 5G di 2026

Pascamerger menjadi XLSmart, operator seluler ini menunjukkan dampak positif yang signifikan. Hingga akhir tahun 2025, jumlah pelanggan XLSmart mencapai 73 juta, mencerminkan kuatnya daya saing perusahaan di tengah konsolidasi industri telekomunikasi nasional yang terus berlangsung.

Kinerja Finansial yang Menggembirakan

Lonjakan basis pelanggan tersebut berjalan seiring dengan kinerja finansial yang solid. Sepanjang 2025, XLSmart membukukan pendapatan sebesar Rp42,5 triliun, tumbuh 23% secara tahunan (YoY). EBITDA yang dinormalisasi naik 13% YoY menjadi Rp20,1 triliun dengan margin 47%, sementara laba bersih yang dinormalisasi melonjak 63% YoY menjadi Rp3,0 triliun. Lebih dari 90% pendapatan perseroan kini berasal dari layanan data dan digital, menunjukkan transformasi yang berhasil.

Strategi Monetisasi dan Integrasi Jaringan

Presiden Direktur & CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menjelaskan bahwa di tengah tantangan industri yang dinamis, perusahaan berhasil meraih pencapaian yang baik. "Merger yang kami lakukan berjalan dengan sukses dan tahapan integrasi diselesaikan lebih cepat dari rencana. Target sinergi efisiensi yang lebih besar juga tercapai, memberikan ruang untuk meningkatkan margin pertumbuhan di tahun berikutnya," ujarnya.

Kualitas monetisasi menunjukkan tren positif, dengan ARPU campuran di akhir 2025 berada di kisaran Rp39,5 ribu. Secara kuartalan, ARPU kuartal IV 2025 mencapai Rp44,8 ribu, meningkat dari Rp38,9 ribu pada kuartal sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas strategi monetisasi, penyederhanaan produk dan tarif, serta perbaikan pengalaman pelanggan hasil integrasi jaringan.

Akselerasi Jaringan 5G dan Ekspansi Infrastruktur

Keberhasilan merger juga tercermin dari meningkatnya performa jaringan. Kecepatan download pelanggan XLSmart meningkat hingga 83%, memperkuat fondasi untuk layanan data berkualitas tinggi. Dari sisi finansial, merger berhasil merealisasikan sinergi sebesar USD250 juta di tahun pertama.

Posisi keuangan perusahaan tetap sehat dengan utang kotor Rp23,7 triliun, utang bersih Rp21,0 triliun, serta rasio gearing net debt to EBITDA sebesar 3,38x. Free Cash Flow (FCF) tercatat Rp6,6 triliun, sementara belanja modal (Capex) sekitar Rp11,2 triliun dialokasikan untuk integrasi jaringan dan peningkatan layanan.

Ekspansi 5G di 33 Kota dan Masa Depan yang Cerah

XLSmart terus mengakselerasi transformasi digital melalui peluncuran jaringan dan layanan 5G serentak di 33 kota/kabupaten di Indonesia. Ekspansi ini memperkuat positioning merek XL Prepaid, XL Prio, AXIS, dan Smartfren. Perusahaan menawarkan tiga keunggulan utama 5G: blanket city coverage, auto 5G experience dengan kecepatan hingga 250 Mbps, serta dedicated 5G spectrum untuk konsistensi kualitas koneksi.

Hingga akhir 2025, total BTS XLSmart telah melampaui 225 ribu unit, meningkat 36% YoY, dengan trafik layanan tumbuh 38% YoY menjadi 14.566 Petabytes. Dengan basis pelanggan yang besar, jaringan yang semakin kuat, serta kinerja keuangan yang solid, XLSmart optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang, termasuk ekspansi 5G yang lebih luas pada 2026.