Telkomsel Hadapi Tantangan Berat Pulihkan Jaringan di Aceh Pascabencana
Perusahaan telekomunikasi Telkomsel mengungkapkan berbagai kendala yang menghambat proses pemulihan jaringan di wilayah Aceh yang terdampak bencana alam. Kendala utama yang dihadapi berasal dari sektor kelistrikan yang belum sepenuhnya beroperasi normal.
Gangguan Listrik Jadi Penghambat Utama
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menjelaskan bahwa banyak Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang roboh akibat bencana dan belum dapat disambungkan kembali. "Jadi memang kendala utamanya dari sisi listrik karena banyak SUTET yang roboh dan belum bisa disambungkan kembali," ujar Nugroho dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa integrasi dengan pembangkit-pembangkit listrik yang ada juga belum bisa dilakukan secara maksimal. Menurut data yang diungkapkan, terdapat sekitar empat pembangkit listrik yang masih belum beroperasi normal di wilayah terdampak.
Gangguan pada Infrastruktur Fiber Optik
Selain masalah kelistrikan, kendala kedua datang dari sisi transmisi data. Infrastruktur fiber optik mengalami kerusakan signifikan akibat dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
"Fiber optiknya pun banyak yang mengalami gangguan atau terputus, karena impact dari bencana banjir dan tanah longsor di sana," jelas Nugroho lebih lanjut.
Upaya Pemulihan yang Dilakukan
Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, Telkomsel melakukan beberapa upaya ekstra, antara lain:
- Pemanfaatan genset sebagai sumber daya listrik alternatif
- Menunggu pemulihan pasokan listrik dari PLN
- Penggunaan jalur satelit untuk transmisi data
- Eksplorasi jalur baru melalui kabel bawah laut
"Kita lakukan semaksimal mungkin, sehingga Alhamdulillah sampai saat ini seperti yang disampaikan Bu Menteri sudah lebih dari 73%," ungkap Nugroho mengenai progres pemulihan yang telah dicapai.
Kerja Sama Seluruh Sumber Daya Nasional
Nugroho menekankan bahwa upaya pemulihan tidak hanya mengandalkan sumber daya yang ada di Sumatra saja. Seluruh sumber daya dari berbagai wilayah di Indonesia dikerahkan untuk melakukan aktivitas pemulihan jaringan secara paralel dan lebih cepat.
"Semua resource satu Indonesia kita kerahkan untuk bisa melakukan aktivitas recovery jaringannya secara paralel," tegasnya.
Progres Pemulihan Menurut Kemenkominfo
Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, sebelumnya telah mengungkapkan bahwa meskipun Base Transceiver Station (BTS) di Aceh belum sepenuhnya pulih, namun proses pengoperasiannya telah menunjukkan peningkatan signifikan.
"Aceh ini dalam satu hari terakhir 17 ke 18, kita melihat ada kenaikan yang cukup tinggi dari 50-an persen per dini hari tadi pukul 00:00 ini, On Air BTS sudah di 73,5%," kata Meutya.
Namun demikian, Meutya mengingatkan bahwa persentase pengoperasian BTS di Aceh masih perlu ditingkatkan hingga mencapai 100%. Ia meminta fokus penanganan pada daerah-daerah yang masih membutuhkan perhatian khusus, seperti:
- Kabupaten Bener Meriah
- Kabupaten Aceh Tamiang
- Kabupaten Gayo Lues
"Kita sekali lagi tentu angka 73 persen meskipun ini juga kenaikan, tetap harus 100 persen," tegas Meutya menutup pernyataannya.