Telkom Targetkan Infranexia Jadi Mesin Uang Baru Setara Telkomsel pada 2030
PT Telkom Indonesia secara resmi telah menandatangani akta pemisahan aset fiber optik tahap pertama ke anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) yang dikenal dengan nama Infranexia. Langkah strategis ini dilakukan untuk menciptakan mesin pertumbuhan baru yang diharapkan dapat menyamai kontribusi Telkomsel, yang saat ini masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar dalam grup.
Transformasi Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengungkapkan bahwa perusahaan menargetkan proporsi kontribusi bisnis antara Telkomsel dan Infranexia akan mendekati kesetaraan pada tahun 2030. "Target kami sampai dengan 2030 proporsinya akan berkurang dari Telkomsel. Bukan berarti angka absolut Telkomsel diturunkan, tapi angka absolutnya tetap tinggi," jelas Seno di kantor Telkom, Jakarta.
Ia menekankan bahwa perusahaan sedang membangun beberapa mesin baru dalam Telkom Group untuk menopang pertumbuhan jangka panjang. "Salah satunya adalah dari InfraCo, data sector, termasuk juga di dalamnya B2B ICT Group," tambah Seno. Infranexia akan mengelola aset fiber Telkom yang dinilai memiliki potensi berkembang sangat besar.
Proyeksi Pertumbuhan dan Kontribusi Pendapatan
Berdasarkan laporan keuangan kuartal kedua 2025, Telkomsel sebagai anak usaha Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp53,8 triliun. Digital Business tetap menjadi pendorong utama dengan menyumbang 90,6% dari pendapatan seluler. Namun, Telkom memproyeksikan pertumbuhan grup secara majemuk (compound growth) berada di kisaran 10-15% hingga 2030.
Dengan strategi pengembangan Infranexia ini, kontribusi bisnis di luar Telkomsel diharapkan semakin signifikan dalam beberapa tahun ke depan. "Harapannya di 2030 (sumber pendapatan Telkomsel dan Infranexia di Telkom) ini proporsinya sudah hampir mendekati 50:50. Mungkin tidak sepenuhnya 50:50 tapi paling tidak sudah mendekati," kata Seno.
Langkah Strategis dalam Pengelolaan Aset Fiber
Penandatanganan akta pemisahan aset fiber tahap pertama ke Infranexia menandai komitmen Telkom dalam mengoptimalkan pengelolaan infrastruktur telekomunikasi. Langkah ini diambil tepat pada Kamis, 18 Desember 2025, sebagai bagian dari transformasi bisnis menyeluruh.
Infranexia sebagai entitas baru diharapkan dapat:
- Mengelola aset fiber optik secara lebih fokus dan profesional
- Mengembangkan potensi bisnis infrastruktur yang selama ini belum tergarap maksimal
- Menjadi alternatif sumber pendapatan yang signifikan bagi Telkom Group
- Mendorong pertumbuhan bisnis data dan layanan B2B secara lebih agresif
Dengan target kontribusi yang setara dengan Telkomsel pada 2030, Infranexia diproyeksikan menjadi pilar penting dalam struktur bisnis Telkom ke depan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari bisnis seluler konvensional.