Shelter Grab yang baru diresmikan di Wisma Kasgoro, kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta, pada Selasa, 7 Juli 2026, menjadi ruang singgah favorit para mitra pengemudi. Shelter ini tidak hanya menyediakan tempat menunggu penumpang, tetapi juga berbagai fasilitas gratis yang dirancang untuk kenyamanan pengemudi sebelum kembali beroperasi.
Fasilitas Unggulan: Charger Ponsel dan Kipas Angin
Petugas shelter, Izul, mengatakan bahwa shelter beroperasi setiap hari dalam dua sesi, yaitu pukul 06.00-10.00 WIB dan 15.00-21.00 WIB. Dua petugas berjaga setiap hari untuk mengatur lalu lintas kendaraan, mengedukasi mitra pengemudi, dan membantu mencarikan penumpang.
Fasilitas utama yang paling banyak dimanfaatkan adalah area pengisian daya ponsel. Menurut Izul, seluruh driver yang singgah dapat mengisi daya gawai tanpa harus berebut colokan. "Shelter ini memiliki fasilitas seperti buat charger para driver, dengan kapasitas bisa semua driver bisa ngecas HP," kata Izul kepada Liputan6.com di lokasi, Rabu (8/7/2026).
Selain itu, shelter dilengkapi dengan kipas angin agar pengemudi tetap nyaman saat menunggu pesanan, terutama pada siang hari ketika suhu di kawasan Sudirman cukup terik. "Dan kita juga ada kipas angin biar driver tidak terlalu panas di sini," ujarnya.
Toilet dan Musala untuk Kenyamanan Ibadah
Izul menambahkan bahwa Shelter Grab di Wisma Kosgoro termasuk yang paling nyaman karena adanya fasilitas penunjang lain seperti toilet dan musala. Dengan demikian, para pengemudi tidak perlu keluar area shelter saat ingin beribadah atau menggunakan kamar kecil. "Di sini juga ada fasilitas, ada toilet dan musala," tambahnya.
Respons Positif dari Mitra Pengemudi
Sejak hari pertama beroperasi, shelter sudah mendapat respons positif dari para mitra pengemudi. Banyak driver memilih singgah di shelter karena merasa lebih aman dan nyaman dibanding menunggu order di pinggir jalan. "Waktu pertama kali kita buka driver sudah banyak yang datang ke sini. Karena bagi driver sangat membantu daripada mereka harus di pinggir jalan. Di pinggir jalan itu mereka bisa diusir Dishub sama security," tutur Izul.
Meski demikian, Izul mengakui masih banyak driver Grab yang belum mengetahui fungsi shelter tersebut. Sebagian bahkan mengira area itu merupakan lokasi berbayar karena tampak tertutup dari luar. "Banyak juga yang belum tahu karena di sini ada sistem plang berbayar, disangkanya berbayar, ternyata enggak," katanya.
Edukasi dan Bantuan Melalui GrabNow
Oleh karena itu, petugas terus mengedukasi para pengemudi agar memanfaatkan shelter sebagai tempat menunggu order. Selain lebih aman dari risiko kecelakaan dan penertiban, petugas juga membantu meningkatkan peluang mendapatkan penumpang melalui layanan GrabNow. "Kalau di shelter malah lebih menguntungkan. Walaupun driver nggak dapat orderan, sayalah yang mencari orderan untuk membantu para driver. Di Grab ada sistem GrabNow. Jadi kita sebagai petugas menawarkan ke pelanggan untuk GrabNow ke driver," ujar Izul.
Dengan berbagai fasilitas dan dukungan petugas, shelter ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi para pengemudi ojol di tengah padatnya aktivitas di kawasan Sudirman-Thamrin.



