Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir, Harga Minyak Dunia Meroket Tajam
Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir, Harga Minyak Meroket

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu (8/7/2026) di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki, setelah Washington melancarkan serangan terhadap Republik Islam tersebut dan Iran membalas dengan menargetkan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.

"Sejauh yang saya ketahui, ini sudah berakhir," kata Trump saat ditanya wartawan. "Hanya membuang waktu berurusan dengan mereka," cetusnya, seperti dilansir kantor berita AFP.

Harga Minyak Langsung Melonjak

Pernyataan Trump itu langsung mendorong harga minyak mentah dunia meroket lebih dari lima persen. Patokan internasional minyak mentah Brent North Sea melonjak 5,3 persen menjadi US$78,09 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate naik 5,4 persen menjadi US$74,23 per barel.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk yang merupakan jalur transit utama minyak dunia melalui Selat Hormuz.

Sekjen NATO Dukung Serangan AS ke Iran

Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan bahwa serangan terbaru AS terhadap Iran "sangat diperlukan" karena adanya pelanggaran gencatan senjata. Militer AS melancarkan gelombang serangan terhadap target-target Iran pada Selasa (7/7) waktu setempat dan mencabut izin penjualan minyak Teheran, setelah tiga kapal tanker dihantam serangan di Selat Hormuz.

Perkembangan ini memberikan tekanan pada gencatan senjata yang sudah rapuh antara kedua negara.

Serangan Dahsyat AS Hantam 80 Target Iran

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukannya telah merampungkan operasi terbaru menargetkan pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal, jaringan komando, dan kapal-kapal militer Iran sebagai balasan atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Militer AS, seperti dilansir Anadolu Agency dan Al Arabiya, mengatakan telah menghantam lebih dari 80 target terkait Iran dalam operasi yang mereka sebut sebagai "serangan dahsyat terhadap Iran untuk memberikan dampak berat". Target meliputi sistem pertahanan udara Iran, jaringan komando dan kendali, lokasi radar pesisir, kemampuan rudal anti-kapal, serta lebih dari 60 kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di dalam dan sekitar Selat Hormuz.

Boeing 737 Hilang Kontak di Lepas Pantai Pakistan

Dalam berita internasional lainnya, sebuah pesawat kargo Boeing 737 yang dioperasikan oleh maskapai K2 Airways dilaporkan hilang kontak di lepas pantai Pakistan. Pesawat tersebut diduga jatuh ke laut setelah melaporkan masalah pada sistem navigasi saat mengudara menuju Karachi.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat berusia 27 tahun itu mengalami rentetan perubahan ketinggian tidak wajar, lalu menukik tajam. Menurut Flightradar24, seperti dilansir The Guardian, pesawat yang terbang dari Sharjah, Uni Emirat Arab, itu kemungkinan jatuh ke laut di sebelah barat daya Karachi. Pesawat membawa lima awak ketika hilang kontak pada Selasa (7/7) malam.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga