Universitas Airlangga (Unair) menegaskan pentingnya rambu-rambu penggunaan kecerdasan buatan (AI) bagi mahasiswa baru di lingkungan kampus. Hal ini disampaikan oleh Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair, Ikhsan Rosyid Mujahidul, saat memberikan materi pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
AI sebagai Hasil Rasa Penasaran Manusia
Ikhsan menjelaskan bahwa rasa penasaran manusia menjadi pendorong lahirnya teknologi seperti AI, yang diciptakan untuk memecahkan berbagai permasalahan kompleks. Menurutnya, AI bukan sekadar alat, tetapi juga cerminan dari kemampuan manusia untuk berinovasi.
Namun, ia menekankan bahwa penggunaan AI di perguruan tinggi perlu diatur dengan jelas. Hal ini penting agar teknologi tersebut digunakan secara bijak dan tidak melanggar nilai-nilai akademik maupun moral.
Rambu-Rambu Penggunaan AI di Kampus
Dalam kesempatan tersebut, Ikhsan mengaitkan rambu-rambu penggunaan AI dengan slogan Unair, Excellence with Morality. Slogan ini menegaskan bahwa keunggulan akademik harus diimbangi dengan moralitas yang tinggi, termasuk dalam pemanfaatan teknologi.
Ia mengingatkan mahasiswa baru untuk tidak menggunakan AI secara berlebihan, terutama dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik yang seharusnya dikerjakan secara mandiri. Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu, tetapi bukan pengganti proses belajar.
Pentingnya Etika dalam Penggunaan AI
Ikhsan juga menyoroti pentingnya etika dalam penggunaan AI. Mahasiswa harus memahami batasan-batasan yang diperbolehkan, seperti menggunakan AI untuk riset atau referensi, namun tidak untuk plagiarisme atau kecurangan akademik.
Dengan adanya rambu-rambu ini, Unair berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan AI secara positif dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan upaya Unair untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas.



