Tim mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil menciptakan layanan pembuatan Curriculum Vitae (CV) berbasis kecerdasan buatan (AI). Inovasi ini dikembangkan untuk membantu para pencari kerja dalam membuat CV yang profesional dan menarik dengan lebih cepat dan mudah.
Layanan CV AI dari Mahasiswa UM
Layanan ini diberi nama CV-AI, sebuah platform daring yang memanfaatkan teknologi AI untuk menghasilkan CV secara otomatis. Pengguna hanya perlu memasukkan data diri, pengalaman kerja, pendidikan, dan keterampilan, kemudian sistem akan merancang tata letak dan format CV yang sesuai dengan standar industri.
Tim pengembang terdiri dari lima mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual. Mereka berkolaborasi selama tiga bulan untuk menyelesaikan proyek ini. Menurut ketua tim, Andi Pratama, ide ini muncul dari kesulitan yang sering dialami mahasiswa dan fresh graduate dalam membuat CV yang efektif.
Fitur Unggulan CV-AI
Platform CV-AI menawarkan beberapa fitur unggulan, antara lain:
- Template Profesional: Tersedia berbagai template CV yang dirancang khusus untuk berbagai bidang pekerjaan.
- Analisis Kecocokan: AI akan menganalisis deskripsi pekerjaan yang diincar dan menyarankan kata kunci yang relevan.
- Pemeriksaan Tata Bahasa: Sistem dapat mendeteksi kesalahan ejaan dan tata bahasa dalam CV.
- Ekspor Multi-Format: CV dapat diekspor dalam format PDF, Word, atau langsung dibagikan melalui tautan.
Proses pembuatan CV hanya memakan waktu kurang dari 10 menit. Pengguna juga dapat mengedit hasilnya secara manual jika diperlukan. Layanan ini dapat diakses secara gratis melalui situs web resmi CV-AI.
Dukungan Universitas dan Harapan ke Depan
Rektor UM, Prof. Dr. Ahmad Rofi'uddin, menyambut baik inovasi ini. Ia berharap CV-AI dapat membantu mahasiswa dan alumni UM dalam memasuki dunia kerja. Pihak universitas juga berencana untuk mengintegrasikan platform ini ke dalam program pengembangan karir mahasiswa.
Tim pengembang berencana untuk terus mengembangkan fitur-fitur baru, seperti integrasi dengan LinkedIn dan pembuatan surat lamaran otomatis. Mereka juga akan mengajukan hak paten untuk melindungi kekayaan intelektual mereka.
Inovasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu menciptakan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan adanya CV-AI, diharapkan proses rekrutmen menjadi lebih efisien dan peluang kerja semakin terbuka lebar.



