Mendes Dorong Desa Wisata dan Tematik di NTT untuk Dongkrak Ekonomi Desa
Mendes Dorong Desa Wisata dan Tematik di NTT

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, melakukan kunjungan kerja ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Damai Lifuleo di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungan tersebut, Yandri meninjau langsung pengelolaan sejumlah destinasi wisata yang dikelola oleh BUMDes setempat, antara lain Pantai Oesina, Pantai Salupu, Pantai Eno Kono, Kolam Air Tawar Tuadale, dan Gua Kelelawar. Selain sektor pariwisata, BUMDes ini juga mengelola usaha di bidang peternakan, perikanan, jasa sewa, dan pertanian.

Potensi Wisata dan Infrastruktur Pendukung

Yandri mengapresiasi potensi wisata yang dimiliki BUMDes Damai Lifuleo, terutama karena lokasinya yang sangat indah dan didukung oleh infrastruktur yang memadai. Ia menyebutkan bahwa sudah tersedia Sentra Kuliner, Gazebo, dan Pusat Informasi Eco Wisata yang akan membantu wisatawan mendapatkan informasi seputar Pantai Oesina. "Saya lihat tadi sudah ada Sentra Kuliner, Gazebo, dan Pusat Informasi Eco Wisata yang bakal membantu para wisatawan untuk dapat informasi seputar Pantai Oesina ini," ujar Yandri dalam keterangan resminya pada Jumat (15/5/2026).

Inovasi dan Promosi Desa Wisata

Meskipun demikian, mantan Wakil Ketua MPR RI itu berharap agar pengelola BUMDes terus berinovasi dan berbenah dengan menambah infrastruktur agar wisatawan tertarik untuk kembali berkunjung. Yandri menekankan pentingnya promosi desa wisata melalui berbagai kanal, baik online maupun offline. "Promosi yang efektif dapat menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan desa," jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa pelibatan warga desa sebagai pemandu wisata, pengrajin suvenir, dan pelaku seni memberikan dampak ekonomi langsung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kunjungan ke Lokasi Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

Selain meninjau destinasi wisata, Yandri juga mengunjungi lokasi pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Lifuleo. Kunjungan ini sekaligus untuk memantau perkembangan terkini program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Yandri menyatakan bahwa desa kini menjadi objek pembangunan yang tercantum dalam Asta Cita ke-6, yaitu Membangun dari Desa dan dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan. Program prioritas lainnya adalah Koperasi Desa Merah Putih yang akan memiliki tujuh gerai atau unit usaha, meliputi apotek, klinik, unit usaha simpan pinjam, kantor koperasi, pengadaan sembako, pergudangan atau cold storage, dan logistik. "Mari kita sukseskan Koperasi Desa Merah Putih ini karena akan meningkatkan perputaran ekonomi di desa-desa seluruh Indonesia dan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa," ajak Yandri.

Program Makan Bergizi Gratis dan Desa Tematik

Program prioritas lainnya yang disoroti adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat desa. Salah satu cara warga desa berpartisipasi adalah dengan membentuk Desa-desa Tematik, seperti Desa Ayam Petelur, Desa Daging, Desa Ikan Nila, hingga Desa Tomat, yang disesuaikan dengan potensi lokal. "Kebutuhan bahan baku program MBG ini sangat tinggi. Contohnya, telur dalam sehari dibutuhkan 80 juta butir telur. Untuk itu, hasil produksi warga desa akan dikumpulkan oleh BUMDes dan disalurkan ke Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," jelas mantan Wakil Ketua Komisi VIII ini. Selain untuk MBG, Desa Tematik juga diharapkan mendorong ketahanan pangan nasional.

Pendampingan dan Partisipasi

Dalam kunjungan kerja tersebut, Yandri didampingi oleh Asisten III Pemprov NTT Yohannes Oktovianus, Kadis PMD NTT Alexander Koroh, Sekda Kabupaten Kupang Mateldius Sanam, Kadis PMD Kabupaten Kupang Jon Sula, Camat Kupang Barat Villy Nakamnanuk, Forkompimda Kabupaten Kupang, dan Kades Lifuleo Swingly Say. Turut mendampingi pula Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Tabrani, Koordinator Provinsi NTT Zainul Arifin, serta para pendamping desa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga