Model AI China Makin Mendekati Level AS
Dalam waktu singkat, posisi China dalam kecerdasan buatan (AI) kelas atas berubah drastis. Dari yang sempat tertinggal lima tahun dari Amerika Serikat, kini jaraknya hanya beberapa bulan saja. Perusahaan teknologi China seperti DeepSeek, Qwen dari Alibaba, dan MiMo dari Xiaomi memprioritaskan model AI sumber terbuka yang dibangun dengan basis teknologi yang cukup baik. Platform-platform ini telah diterapkan secara luas di bisnis, layanan pemerintah, dan perangkat konsumen di China.
Kimi K3: Model AI China yang Saingi Claude Fable 5
Tanda terbaru penyempitan jarak adalah peluncuran Kimi K3 oleh perusahaan rintisan China, Moonshot AI. Model ini mampu menyaingi Claude Fable 5 dari Anthropic, salah satu model AI paling canggih. Dalam beberapa pengujian, Kimi K3 menyamai atau bahkan ungguli Claude dengan daya komputasi lebih rendah dan harga jauh lebih terjangkau. Pakar teknologi global Alvin W. Graylin mengatakan bahwa Kimi K3 mengubah AI kelas atas dari barang mewah mahal menjadi sesuatu yang praktis dan terjangkau. "Bagi 98% pelanggan, perbedaan 1 hingga 2 persen (dalam pengetahuan) tidak sebanding dengan membayar 10 hingga 20 kali lipat lebih mahal," kata Graylin kepada DW.
Washington Tuduh China Lakukan Distilling AI
Kemajuan China memicu reaksi keras dari Washington. Presiden AS Donald Trump mengancam akan memblokir akses AS ke model AI China. Menteri Keuangan Scott Bessent memperingatkan sanksi terkait dugaan pencurian kekayaan intelektual. Anthropic dan OpenAI menuduh laboratorium China menggunakan model AI AS untuk melatih sistem mereka melalui proses yang dikenal sebagai knowledge distilling. Washington pada April lalu memperingatkan bahwa China melakukan praktik tersebut dalam skala industri. Beijing menolak tuduhan itu dan menyebut ancaman sanksi sebagai intimidasi teknologi.
Peran Distilling dalam Kemajuan AI China
Giulia Neaher, analis riset di Strategic Foresight Hub Stimson Center, menilai distilling tidak berperan penting dalam kemajuan Kimi. "Sebagian besar (kesuksesannya) disebabkan oleh bakat, infrastruktur, dan sumber daya yang dicurahkan untuk membangun model ini," kata Neaher kepada DW. Ia juga mengibaratkan pendekatan distilling seperti sekolah yang mengajarkan siswa lulus ujian tanpa memahami materi secara mendalam.
Model Terbuka China Makin Populer
Berbeda dengan AS yang merahasiakan model AI unggulannya untuk memaksimalkan keuntungan, banyak pengembang AI China mengadopsi model terbuka. Perusahaan dan pengembang dapat mengunduh, menjalankan, dan menyesuaikan model tersebut. "Sumber terbuka memungkinkan laboratorium di China melibatkan komunitas AI global dalam meningkatkan dan menguji model mereka," kata Graylin. Ia menambahkan bahwa pembatasan cip AS memaksa mereka menjadi lebih kreatif dan efisien.
Washington Fokus pada AI Frontier
Meski China unggul dalam harga dan penerapan, Washington tetap mempertahankan keunggulan di AI frontier karena penguasaan sistem AI paling canggih akan mendominasi militer, ekonomi, dan teknologi. Model frontier juga mempercepat terobosan sains dan kedokteran. Neaher memprediksi antipati AS terhadap kemajuan AI China akan terus meningkat, sejalan dengan kebijakan Washington yang mulai memperketat industri AI.
Persaingan IPO AI AS vs China
Persaingan AI juga memicu rencana IPO laboratorium AI. Beberapa perusahaan AI AS bernilai hampir satu triliun dolar. Anthropic dan OpenAI dikabarkan bersiap IPO akhir tahun ini. Di China, DeepSeek dan Moonshot AI juga berupaya melantai di bursa. Moonshot AI berencana pencatatan saham di Hong Kong sebelum awal tahun depan. Investor institusional AS diam-diam meningkatkan alokasi ke China, bertaruh menghindari gelembung AI di AS. "Tren jangka panjangnya tidak terlihat baik. Ada gelembung AI besar di AS dan sudah waktunya terjadi perubahan dalam tiga hingga 12 bulan ke depan," kata Graylin. "Pihak China mengembangkan model sebanding dengan biaya sepersepuluh dan harga sepersepuluh dari harga pasar AI tercanggih AS."



