Bank Aceh Jadi Sasaran Hoaks Undian Berhadiah di Media Sosial Facebook
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya akun-akun Facebook palsu yang mengatasnamakan Bank Aceh. Akun-akun tersebut secara aktif menyebarkan tawaran undian berhadiah yang menggiurkan, namun setelah ditelusuri lebih lanjut, narasi yang beredar ternyata tidak benar atau merupakan hoaks berbahaya.
Modus Penyebaran Hoaks yang Menipu
Akun-akun Facebook yang mencurigakan ini, antara lain berasal dari beberapa profil yang tidak terverifikasi, menawarkan undian berhadiah dengan iming-iming hadiah besar. Mereka biasanya menyematkan tautan berbahaya pada unggahan yang meminta pengguna untuk mengkliknya. Tautan tersebut diduga dapat mengarah pada phishing atau malware yang berpotensi mencuri data pribadi dan finansial korban.
Sebagai contoh, pada Minggu, 15 Februari 2026, salah satu akun tersebut memposting narasi yang mengklaim bahwa Bank Aceh sedang mengadakan undian spesial. Narasi itu ditulis dengan gaya persuasif untuk menarik perhatian publik, namun tidak disertai bukti atau sumber resmi yang valid.
Konfirmasi dari Tim Cek Fakta Kompas.com
Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, dinyatakan bahwa narasi tentang undian berhadiah dari Bank Aceh tersebut adalah tidak benar. Tidak ada informasi resmi dari Bank Aceh yang mendukung klaim tersebut, sehingga masyarakat diharapkan untuk tidak mudah percaya dan menghindari interaksi dengan akun-akun mencurigakan itu.
Hoaks semacam ini bukan hanya menyesatkan, tetapi juga berisiko tinggi terhadap keamanan digital pengguna. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk melindungi diri:
- Selalu verifikasi informasi dengan sumber resmi, seperti website atau media sosial terverifikasi Bank Aceh.
- Hindari mengklik tautan yang tidak jelas atau berasal dari akun tidak dikenal.
- Laporkan akun-akun palsu tersebut kepada platform Facebook untuk tindakan lebih lanjut.
- Sebarkan informasi ini kepada keluarga dan teman untuk meningkatkan kesadaran bersama.
Dalam era digital yang semakin kompleks, edukasi tentang literasi media dan keamanan siber menjadi kunci untuk mencegah korban hoaks. Bank Aceh sebagai institusi keuangan yang terpercaya diharapkan dapat mengeluarkan pernyataan resmi untuk mengklarifikasi situasi ini dan memberikan panduan kepada nasabahnya.