Trump Klaim Pemimpin Tertinggi Iran 90 Persen Telah Tiada
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, "90 persen telah tiada" atau gone. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News, seperti dilansir Anadolu Agency pada Selasa (14/7/2026). Trump juga menyebut para komandan militer tertinggi Iran tewas akibat perang.
"Mereka (Iran) tidak memiliki Angkatan Laut. Mereka tidak memiliki Angkatan Udara. Semuanya sudah lenyap. Pertahanan anti-pesawat mereka sudah musnah. Para pemimpin mereka semuanya telah tewas," ujar Trump dalam wawancara tersebut. Ia menegaskan bahwa kemampuan militer Iran telah sangat melemah.
Trump Resmi Beri Tahu Kongres soal Perang Iran Berlanjut
Secara resmi, Trump telah memberitahu Kongres AS bahwa Pentagon melanjutkan serangan terhadap Iran. Dalam surat kepada Kongres pada 10 Juli, Trump menyatakan serangan dimulai pada 7 Juli dan merupakan "tindakan militer yang konsisten dengan tanggung jawab saya untuk melindungi warga Amerika dan kepentingan Amerika Serikat, baik di dalam maupun luar negeri". Laporan ini disampaikan oleh CBS dan Politico.
Menurut laporan Al-Jazeera, surat tersebut menggambarkan serangan terbaru AS sebagai "terbatas, terukur, direncanakan, dan dilaksanakan dengan cara yang dirancang untuk meminimalkan korban sipil".
Houthi Kirim Rudal ke Arab Saudi Usai Serangan ke Bandara Yaman
Dalam perkembangan terpisah, kelompok Houthi dilaporkan meluncurkan rudal ke Arab Saudi setelah serangan di bandara Yaman. Namun, detail lebih lanjut mengenai insiden ini masih terbatas.
Presiden Brasil Kritik Tarif 20% Trump di Hormuz: Pembajakan!
Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, mengkritik rencana Trump untuk mengenakan tarif 20 persen pada kapal yang melintasi Selat Hormuz. "Dulu, itu disebut pembajakan," kata Lula dalam pidato di Sao Paulo pada Senin (13/7) waktu setempat. "Negara besar seperti Amerika Serikat, yang saya yakini telah lama memerangi pembajakan, tidak bisa menjadi bajak laut sendiri sekarang," imbuhnya, seperti dilansir AFP.
Iran Ejek Tarif Trump di Selat Hormuz: 20 Persen Terlalu Tinggi!
Pemerintah Iran menanggapi ancaman tarif 20 persen di Selat Hormuz dengan ejekan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut tarif tersebut terlalu tinggi dan mengatakan Iran akan mematok tarif yang lebih rendah untuk perlintasan aman di jalur perairan strategis itu. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas ancaman Trump, seperti dilansir Anadolu Agency dan First Post.



