Iran resmi memulai masa berkabung nasional dan serangkaian prosesi pemakaman bagi mantan Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel lebih dari empat bulan lalu. Pihak berwenang Iran menyebut momentum ini sebagai "pemakaman abad ini" dan memperkirakan akan dihadiri oleh 12 hingga 20 juta pelayat.
Skala Persiapan Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Otoritas Iran melakukan persiapan besar-besaran yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah upacara kenegaraan di Iran. Ribuan posko pelayanan peziarah (mawkib) disediakan, fasilitas akomodasi mampu menampung lebih dari satu juta pengunjung, dan rute di pusat kota Teheran dialihkan untuk mengendalikan kepadatan massa. Korps Mohammad Rasulollah, unit provinsi utama di bawah Korps Garda Revolusi Islam, diterjunkan untuk memimpin operasi pengamanan.
Rangkaian Acara Selama Tujuh Hari
Jenazah Khamenei disemayamkan di Mosalla Agung Teheran mulai Jumat (03/07), dengan pelayat diberi kesempatan memberikan penghormatan terakhir hingga Minggu sore. Peti jenazah ditempatkan di atas panggung yang ditinggikan, dengan alur pergerakan massa dirancang agar pelayat dapat masuk dan keluar dalam waktu 15-20 menit. Upacara pemakaman kenegaraan digelar di Teheran pada Sabtu (04/07).
Pada hari Selasa, rangkaian acara bergeser ke Qom, selatan Teheran, di mana seorang ulama senior Syiah memimpin salat jenazah di Jamkaran, situs keagamaan simbolis. Rabu, jenazah dibawa ke Najaf, Irak, untuk prosesi di makam Imam Ali, lalu ke Karbala, sebelum dipulangkan ke Iran. Para pejabat Iran menyatakan agenda di Irak dilakukan untuk memenuhi permintaan berbagai kelompok di Irak. Analis menilai langkah ini untuk menegaskan pengaruh Khamenei di dunia Syiah dan memperlihatkan kedekatan hubungan keagamaan dan politik Iran di kawasan.
Pemakaman di Mashhad dan Berkabung 40 Hari
Pada hari Kamis (09/07), Khamenei dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, di Kompleks Makam Imam Reza, mausoleum imam kedelapan Syiah dan pusat ziarah terpenting di Iran. Masa berkabung nasional berlangsung selama 40 hari di seluruh negeri, dengan acara peringatan direncanakan hingga satu tahun kematiannya.
Kehadiran Tokoh dan Misteri Keluarga Khamenei
Daftar tokoh politik, agama, dan keamanan yang bertolak ke Teheran menjadi sorotan. Pengamat menilai absennya tokoh tertentu bisa menjadi indikator penting. Pihak berwenang menyatakan tokoh publik dari puluhan negara hadir, termasuk presiden, perdana menteri, ketua parlemen, dan menteri. Sekitar 800 jurnalis asing diperkirakan meliput acara tersebut. Otoritas Iran menetapkan slogan "Kita harus bangkit" sebagai semboyan resmi, disandingkan dengan simbol kepalan tangan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang berkunjung ke Bagdad untuk koordinasi, menyampaikan pesan mengenai "arti penting simbolis" prosesi pemakaman. Namun, beberapa pertanyaan krusial masih belum terjawab, seperti kehadiran putra Khamenei, Mojtaba, dan saudara-saudaranya. Putra-putra Khamenei tidak terlihat sejak "Perang 12 Hari" tahun lalu, dan kondisi kesehatan Mojtaba simpang siur setelah laporan beberapa anggota keluarga tewas dalam serangan 28 Februari 2026. Sekretaris Komite Penyelenggara, Ali Akbar Pourjamshidian, menyatakan keputusan kehadiran Mojtaba akan diumumkan oleh kantor panglima tertinggi angkatan bersenjata dan kantor pemimpin tertinggi. Teka-teki lain adalah siapa yang memimpin salat jenazah, peran yang membawa kedudukan religius dan politik signifikan dalam tradisi Syiah.
Dampak Politik dan Sosial
Prosesi pemakaman berlangsung di tengah tantangan politik dan sosial signifikan di Iran. Sejumlah analis menilai pemakaman pemimpin dalam sistem ideologis kerap membawa misi politik sekaligus keagamaan. Sebagian pihak melihat rangkaian upacara sebagai momentum bagi pemerintah untuk menunjukkan persatuan, memperkuat narasi politik, dan menggalang dukungan bagi penerus Khamenei, putranya Mojtaba. Namun, pengamat lain mengingatkan mobilisasi massa skala besar tidak akan menyelesaikan perpecahan politik dan sosial yang lebih mendalam. Kemunculan Mojtaba dapat ditafsirkan sebagai sinyal kuat arah kepemimpinan masa depan Iran.



