KPID Jabar Desak Regulasi Ketat Platform Digital dalam Audiensi dengan Gubernur Lemhannas
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat telah melakukan audiensi penting dengan Gubernur Lemhannas, Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, pada Senin, 13 April 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil penelitian berjudul 'Media Habbit Gen Z, Perspektif Pancagatra + Psikologi', yang mengungkap pergeseran signifikan dalam interaksi sosial akibat penggunaan media sosial yang masif.
Ancaman terhadap Ketahanan Nasional dari Platform Digital
Ketua KPID Jabar, Dr. Adiyana Slamet, dalam paparannya meminjam terminologi geocybernetic dari Lemhannas, menggambarkan penetrasi global nilai-nilai asing melalui media berbasis internet. Ia menekankan bahwa tanpa instrumen regulasi yang memadai, hal ini dapat mengganggu ketahanan nasional. "Lembaga penyiaran seperti radio dan TV telah berkontribusi dalam membangun ketahanan nasional, namun platform internet seperti TikTok atau Instagram belum diawasi seperti halnya media tradisional," ujar Adiyana.
Penelitian KPID Jabar menunjukkan bahwa penggunaan media internet yang tak terkontrol berpengaruh pada:
- Gatra ideologi: melalui perubahan nilai dan cara berpikir masyarakat.
- Gatra pertahanan dan keamanan: dengan munculnya ancaman hoaks dan penyalahgunaan informasi.
Perlindungan Masyarakat sebagai Keharusan
Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, menyoroti peran strategis KPID Jabar dalam memastikan siaran yang edukatif, informatif, dan rekreatif di Jawa Barat, provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia. Namun, ia mengakui tantangan besar: "Masyarakat semakin jarang menonton televisi atau mendengar radio, beralih ke platform digital yang belum diawasi oleh pihak mana pun."
Ace menegaskan bahwa perlindungan masyarakat dari konten internet melalui regulasi adalah suatu keharusan. "KPI tidak memiliki kewenangan untuk mengawasi platform internet. Siapa yang mengontrol TikTok, Instagram, atau media sosial lainnya? Terlebih dengan dominasi generasi Alfa yang digital native, dampaknya meluas ke semua aspek kehidupan," jelasnya.
Mendorong Kedaulatan Digital Indonesia
Gubernur Lemhannas berharap Indonesia dapat mencapai kedaulatan digital untuk menghindari menjadi sekadar pasar bagi kepentingan asing. "Tanpa kedaulatan digital, nilai-nilai asing yang negatif dapat meracuni pemikiran anak muda dan melemahkan ketahanan nasional," tambah Ace. Audiensi ini menekankan urgensi pengawasan yang setara antara media tradisional dan digital, guna menjaga stabilitas nasional di era disruptif ini.



