9 WNI Korban Penculikan Israel Segera Pulang, Cerita Andi Angga Tak Gentar
WNI Korban Penculikan Israel Pulang, Andi Angga Tak Gentar

Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penangkapan Israel segera pulang ke Tanah Air setelah dibebaskan. Para relawan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026. Salah satu dari mereka, Andi Angga Prasadewa, menceritakan momen saat ditangkap dan diintimidasi oleh tentara Israel.

Kapal Pertama yang Diintersepsi

Dalam wawancara yang diperoleh detikcom dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Andi mengungkapkan bahwa kapal yang ditumpanginya menjadi kapal pertama yang diintersepsi oleh pasukan Israel. Saat penangkapan, rekannya terkena tembakan peluru karet hingga mengalami luka bakar dan bengkak di pinggang dan punggung.

"Jadi bisa dikatakan tidak kena ke saya, tapi beliau dua kali kena tembakan di pinggang dan punggungnya. Peluru karet, cuma tetap dia kayak luka bakar gitu, bekas luka bakar, bekas tembakannya langsung bengkak," kata Andi dalam video yang diterima detikcom, Minggu (24/5/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tidak Gentar Membela Kemanusiaan

Meskipun mengalami intimidasi, Andi menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak membuatnya gentar untuk terus membela kemanusiaan. Ia justru melihat insiden ini sebagai motivasi, bukan kegagalan.

"Yang memotivasi adalah kita harus terus menyuarakan. Dengan diintersepnya kita ini, bukan berarti kita gagal, itu menandakan bahwa ini kita kuat, kita masyarakat sipil khususnya di gerakan Global Sumud itu gerakan yang sangat kuat. Dan mereka tidak bisa apa-apa sebenarnya Pak, mereka itu kalau melihat tentara mereka, mereka itu ketakutan, bentuk ketakutannya mereka agresif," jelasnya.

Pesan untuk Masyarakat Indonesia

Andi berharap lebih banyak masyarakat yang ikut serta dalam misi kemanusiaan mendatang. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendoakan keselamatan para relawan.

"Pesan saya sih dengan keikutsertaan kita kali ini di GSF yang betul-betul kita berlayar, di gerakan GSF berikut bisa lebih besar, menjadi motivasi dan mendorong masyarakat Indonesia secara umum untuk ikut dalam gerakan ini," kata dia.

"Terimakasih banyak, kami semua delegasi Indonesia khususnya saya mengucapkan terimakasih kepada bapak ibu masyarakat Indonesia atas doa-doa yang dipanjatkan kepada kami sehingga alhamdulillah kami kembali dengan selamat meski ada sedikit bekas bekas intimidasi dari Zionis," imbuhnya.

Pemeriksaan Kesehatan di Istanbul

Andi mengungkapkan bahwa seluruh WNI yang sempat diculik telah menjalani medical check-up di RS Forensik Istanbul. Mereka segera terbang kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.

Kronologi Penangkapan

Penangkapan berawal saat pasukan Israel mulai mencegat sejumlah armada kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla pada Senin (18/5). Sejumlah armada GSF dicegat secara bertahap, menyebabkan para relawan ditangkap, termasuk sembilan WNI.

Seluruh relawan GSF, termasuk sembilan WNI, telah bebas pada Kamis (21/5) waktu setempat. Mereka tiba di Turki menggunakan pesawat yang disewa otoritas setempat. Beberapa WNI melaporkan mendapat perlakuan tidak manusiawi, seperti dipukul atau disetrum.

Daftar 9 WNI yang Diculik Israel

Berikut daftar sembilan WNI yang diculik tentara Israel berdasarkan laporan GPCI:

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga
  • Herman Budianto Sudarsono (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
  • Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
  • Andi Angga Prasadewa (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef
  • Asad Aras Muhammad (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
  • Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1
  • Bambang Noroyono (REPUBLIKA) Kapal BoraLize
  • Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk
  • Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
  • Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk