Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini memasuki fase yang semakin panas dan sulit diprediksi. Di tengah aksi saling serang yang terus eskalatif, Presiden AS Donald Trump melemparkan ancaman baru yang menyasar sebuah area yang diyakini sebagai fasilitas nuklir rahasia dan paling dijaga ketat di Iran, yang dikenal dengan nama Pickaxe Mountain (Gunung Beliung).
Apa Itu Pickaxe Mountain?
Pickaxe Mountain adalah sebutan untuk sebuah kompleks bawah tanah yang diduga menjadi pusat pengembangan senjata nuklir Iran. Lokasinya diperkirakan berada di pegunungan dekat kota Isfahan, sebuah kawasan yang sudah lama menjadi sorotan intelijen Barat. Situs ini disebut sebagai salah satu yang paling dilindungi dengan sistem pertahanan berlapis, termasuk rudal anti-pesawat dan bunker beton bertulang.
Mengapa Pickaxe Mountain Menjadi Target Utama?
Menurut analis keamanan, Pickaxe Mountain dianggap sebagai jantung program nuklir rahasia Iran. "Jika AS benar-benar menyerang, itu akan menjadi pukulan telak bagi kemampuan nuklir Iran," ujar seorang pakar yang enggan disebut namanya. Ancaman Trump ini muncul setelah Iran dilaporkan meningkatkan pengayaan uranium hingga kadar yang mendekati level senjata.
Serangan ke Pickaxe Mountain, jika terjadi, berpotensi memicu perang besar di Timur Tengah. Iran telah memperingatkan bahwa mereka akan membalas dengan menyerang pangkalan AS di kawasan dan sekutu-sekutunya, termasuk Israel.
Reaksi Internasional
Komunitas internasional mengecam ancaman tersebut. Uni Eropa dan PBB mendesak kedua pihak untuk menahan diri. Sementara itu, Rusia dan China menyatakan dukungan mereka terhadap Iran dan mengecam tindakan AS yang dianggap provokatif.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran mengenai ancaman Trump. Namun, media pemerintah Iran mengecam pernyataan tersebut sebagai "terorisme negara" dan bagian dari kampanye tekanan maksimum yang gagal.



