TNI Gelar Jumpa Pers Bahas Revitalisasi Internal dan Komitmen Penegakan Hukum
Jakarta - TNI menggelar konferensi pers di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (25/3/2026). Acara ini dihadiri oleh media untuk membahas langkah-langkah revitalisasi internal di tubuh TNI serta komitmen penegakan hukum terhadap prajurit yang melanggar aturan.
Rapat Bersama Kementerian Pertahanan dan Jajaran TNI
Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan bahwa rapat telah dilaksanakan hari ini bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI, Kasum TNI, serta pejabat utama Kemenhan dan Mabes TNI. Rapat ini fokus pada pembahasan revitalisasi internal TNI, yang bertujuan untuk memperkuat struktur dan kinerja institusi.
"Hari ini telah dilaksanakan rapat bersama antara Kementerian Pertahanan dan TNI yang membahas tentang revitalisasi internal TNI," ujar Aulia dalam jumpa pers tersebut. Ia menekankan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memperkuat penegakan hukum dan menjaga kehormatan institusi negara.
Arahan Presiden sebagai Landasan Revitalisasi
Aulia menjelaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto, yang disampaikan dalam wawancara pada 23 Maret 2026, menjadi dasar penting bagi revitalisasi internal TNI. Arahan ini menekankan pada penguatan penegakan hukum serta upaya menjaga integritas dan reputasi institusi negara.
"Hal tersebut dilakukan sejalan dengan arahan Bapak Presiden RI dengan memperkuat penegakan hukum serta menjaga kehormatan institusi negara," tambahnya. Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan disiplin dan akuntabilitas di dalam tubuh TNI.
Komitmen TNI untuk Menindak Tegas Pelanggaran Hukum
TNI menegaskan komitmennya untuk tidak toleran terhadap pelanggaran hukum atau disiplin yang dilakukan oleh prajurit. Aulia menyatakan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, termasuk proses peradilan di pengadilan militer hingga pemecatan tidak dengan hormat.
"TNI menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelanggaran hukum dan disiplin yang dilakukan oleh prajurit TNI," ujarnya. Ia menambahkan bahwa institusi TNI akan mengambil langkah tegas terhadap prajurit yang terlibat dalam tindak pidana atau pelanggaran lainnya.
Implikasi Revitalisasi Internal bagi Masa Depan TNI
Revitalisasi internal ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan dan operasional TNI. Beberapa poin kunci yang ditekankan meliputi:
- Penguatan sistem penegakan hukum internal.
- Peningkatan disiplin dan etika prajurit.
- Koordinasi yang lebih baik antara Kementerian Pertahanan dan TNI.
- Penjagaan kehormatan dan integritas institusi negara.
Dengan langkah-langkah ini, TNI berupaya untuk memastikan bahwa setiap prajurit bertanggung jawab atas tindakannya dan institusi dapat berfungsi secara optimal dalam menjaga keamanan nasional.



