Telepon Terakhir Praka Farizal dengan Ayah Sebelum Gugur di Lebanon
Praka Farizal Rhomadhon gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Sang ayah, Senam (60 tahun), mengungkap komunikasi terakhirnya dengan almarhum yang terjadi pada Senin (30/3/2026).
Percakapan Singkat dengan Keluhan Sinyal
"Komunikasi terakhir kemarin sore setelah Maghrib, sebelum itu (kejadian) setelah itu tidak bisa lagi," kata Senam saat ditemui wartawan di rumah duka di Padukuhan Ledok, Kapanewon Lendah, Kulon Progo. Ia mengaku tidak ada perbincangan khusus saat berkomunikasi dengan anak bungsunya itu. Hanya sang anak yang mengeluhkan sinyal komunikasi yang buruk saat menelepon.
"Tidak menyampaikan apa-apa, 'sinyalmu elek yo Pak', gitu. Terus sudah," ujarnya dengan suara lirih. Percakapan singkat itu menjadi kenangan terakhir bagi keluarga sebelum berita duka datang dari Lebanon.
Upaya Pemulangan Jenazah oleh TNI
Sementara itu, Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma yang juga hadir di rumah duka menjelaskan bahwa pemulangan jenazah masih dalam proses. "Kami masih berkomunikasi dengan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI terkait pemulangan almarhum. Jadi saat ini masih tahap menunggu," kata Dyan.
Dyan melanjutkan bahwa pemulangan jenazah diupayakan bisa secepatnya dilakukan. Ia berharap dalam dua hari ke depan jenazah sudah tiba di Indonesia, dengan catatan segala proses administrasi dan logistik telah diselesaikan dengan baik. Proses ini melibatkan koordinasi intensif antara TNI dan pihak UNIFIL di Lebanon.
Duka Mendalam Keluarga dan Masyarakat
Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga Senam dan warga sekitar di Kulon Progo. Praka Farizal Rhomadhon adalah bagian dari kontingen TNI yang ditugaskan untuk menjaga perdamaian di wilayah konflik, menunjukkan dedikasi tinggi dalam pengabdian kepada negara dan dunia internasional.
Insiden ini juga menyoroti risiko yang dihadapi oleh prajurit TNI dalam misi perdamaian di luar negeri, terutama di daerah rawan seperti Lebanon. Gugurnya Praka Farizal menjadi pengingat akan pengorbanan besar yang dilakukan oleh anggota militer Indonesia untuk menjaga stabilitas global.
Keluarga dan pihak TNI kini fokus pada proses pemulangan dan penghormatan terakhir bagi almarhum, sambil menunggu klarifikasi lebih lanjut mengenai detail insiden dari otoritas terkait.



