Vokalis grup band KotaK, Tantri, mengungkapkan bahwa sebagian dana yang diduga dibawa kabur oleh rekannya berinisial PN berasal dari tabungan pribadinya. Hal ini disampaikan Tantri saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Tabungan Jadi Salah Satu Sumber Dana
“Iya, salah satunya tabungan,” ujar Tantri. Ia menjelaskan bahwa total kerugian yang dialaminya mencapai angka tiga digit, meskipun enggan menyebut nominal pasti. “Pokoknya kerugiannya tiga digit lah,” tambah Tantri. Meski demikian, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah persis atau bagaimana mekanisme penggelapan tersebut terjadi.
Kasus ini mengejutkan para penggemar KotaK, band yang dikenal lewat lagu-lagu hits seperti "Pelan-Pelan Saja" dan "Cinta Sejati". Tantri dikenal sebagai vokalis yang aktif di dunia musik sejak era 2000-an. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa tidak hanya publik figur, tetapi juga orang dekat bisa menjadi pelaku penipuan.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi ke pihak kepolisian yang dikonfirmasi oleh Tantri. Ia hanya menyebut kerugian tiga digit, yang dalam konteks Indonesia bisa berarti ratusan juta rupiah. Publik pun menanti perkembangan lebih lanjut, terutama apakah Tantri akan mengambil jalur hukum atau menyelesaikannya secara kekeluargaan.
Kasus penipuan yang melibatkan rekan kepercayaan memang rentan terjadi di kalangan artis. Banyak selebritas yang menjadi korban penggelapan dana oleh manajer atau teman dekat. Meskipun Tantri belum membuka detail, pengakuannya setidaknya membuka wacana akan pentingnya kewaspadaan dalam mengelola keuangan pribadi.
Para penggemar pun memberikan dukungan melalui media sosial, berharap Tantri bisa segera memulihkan kerugian dan tetap berkarya. Belum ada tanggapan dari PN atau perwakilan hukumnya.



