SBY dan JK Melayat Jenazah Juwono Sudarsono di Kemhan, Kenang Jasa Besarnya
SBY dan JK Melayat Jenazah Juwono Sudarsono di Kemhan

SBY dan JK Berduka, Melayat Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono di Kemhan

Jakarta - Duka mendalam menyelimuti lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Minggu (29/3/2026), ketika jenazah mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono disemayamkan di gedung tersebut. Dua tokoh nasional terkemuka, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden ke-10 serta ke-12 Jusuf Kalla (JK), hadir secara bergantian untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kedatangan Penuh Hormat dari Para Mantan Pemimpin

Menurut laporan Antara, prosesi melayat dimulai lebih awal dengan kedatangan Jusuf Kalla sekitar pukul 09.30 WIB. Tak lama kemudian, Susilo Bambang Yudhoyono tiba di Gedung Kemhan pukul 10.10 WIB, disambut langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan. Kehadiran kedua mantan pemimpin negara ini menegaskan betapa tinggi penghargaan terhadap almarhum Juwono Sudarsono, yang tidak hanya menjabat sebagai menteri di era mereka tetapi juga dianggap sebagai sosok intelektual yang berjasa besar.

Setelah menyampaikan takziah, SBY berbagi kenangan pribadi tentang mendiang. "Kita kehilangan salah satu putra terbaik bangsa, almarhum Prof Dr Juwono Sudarsono. Saya mengenal almarhum secara pribadi," ujarnya dengan nada haru. SBY menekankan bahwa Juwono merupakan figur cemerlang dengan latar belakang sipil yang kuat, yang justru membawa perspektif segar dalam memimpin Kemhan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kontribusi Besar dalam Modernisasi Pertahanan Indonesia

Dalam pernyataannya, SBY secara khusus menyoroti peran krusial Juwono Sudarsono dalam memodernisasi kekuatan pertahanan Indonesia. Salah satu warisan terpenting yang disebutkan adalah gagasan pendirian Universitas Pertahanan. "Salah satu yang kami pikirkan dulu dengan Pak Juwono dan kemudian dengan Pak Purnomo Yusgiantoro sebagai Menteri Pertahanan, bagaimana Indonesia memiliki Universitas Pertahanan," jelas SBY. Inisiatif ini mencerminkan visi jangka panjang almarhum dalam membangun kapasitas sumber daya manusia pertahanan yang berkelas dunia.

Selain dari kalangan mantan presiden dan wakil presiden, upacara persemayaman ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat aktif dari kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di antaranya adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti serta Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa penghormatan terhadap Juwono Sudarsono melampaui batas periode pemerintahan dan afiliasi politik.

Prosesi Pelepasan dan Pemakaman di TMP Kalibata

Setelah masa persemayaman usai, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan memimpin upacara pelepasan jenazah dengan khidmat. Jenazah almarhum kemudian dibawa ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, untuk dimakamkan. Prosesi ini dihadiri oleh keluarga mendiang, pejabat tinggi Kemhan, serta undangan lainnya, menciptakan suasana yang penuh hormat dan dukacita.

Juwono Sudarsono, yang meninggal dunia pada Sabtu (28/3) pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, meninggalkan jejak yang dalam di dunia pertahanan dan akademik. Sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia, ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Presiden ke-6 SBY. Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang kehilangan salah satu pemikir strategis terbaiknya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga