Rusia untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade tidak memamerkan peralatan militer canggih dalam parade Hari Kemenangan yang digelar di Lapangan Merah, Moskow, pada Sabtu (9/5). Parade tahun ini berlangsung lebih sederhana tanpa kehadiran tank, peluncur roket, rudal balistik antarbenua, dan persenjataan berat lainnya yang biasanya menjadi daya tarik utama.
Parade Tanpa Alat Berat
Seperti dilansir BBC dan CNN, Minggu (10/5/2026), parade yang memperingati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II itu hanya menampilkan barisan tentara dan atraksi terbang lintas jet tempur di atas Kremlin. Sebagai gantinya, beberapa persenjataan seperti peluncur roket, jet tempur, tank, dan kapal selam ditampilkan melalui layar raksasa yang dipasang di lokasi. Keputusan ini diambil Kremlin untuk tidak memamerkan peralatan militer secara langsung di depan umum.
Jumlah Tamu Lebih Sedikit
Tidak hanya peralatan militer yang absen, jumlah tamu undangan dan pemimpin dunia yang hadir juga lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Empat unit parade, termasuk dari Korea Utara, turut berpartisipasi. Media pemerintah RIA Novosti melaporkan lebih dari 1.000 tentara dari operasi militer khusus ikut serta dalam parade tersebut.
Pidato Putin Kaitkan dengan Ukraina
Dalam pidatonya, Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menghubungkan invasi Rusia ke Ukraina dengan perjuangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II. Ia menyebut dukungan NATO terhadap Ukraina sebagai kekuatan agresif. "Prestasi besar generasi pemenang menginspirasi para prajurit yang menjalankan tugas operasi militer khusus hari ini. Mereka menghadapi kekuatan agresif yang dipersenjatai dan didukung oleh seluruh blok NATO. Namun, para pahlawan kita terus maju," ujar Putin.



