Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I DPR Yakin Pemerintah Ambil Langkah Terukur
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Yakin Pemerintah Ambil Langkah

Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon, DPR Yakin Pemerintah Ambil Langkah Terukur

Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur dalam serangan yang dilakukan oleh Israel di Lebanon saat menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Praka Farizal Romadhon, yang bertugas sebagai Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL), menjadi korban dalam insiden yang terjadi pada Minggu (29/3/2026) di markas UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.

Respons Komisi I DPR: Langkah Terukur dan Investigasi Transparan

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sukamta menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah Indonesia akan mengambil langkah-langkah yang tepat dan terukur dalam menanggapi tragedi ini. "Kami percaya negara akan mengambil langkah yang tepat dan terukur, mendorong proses investigasi yang transparan, serta memastikan bahwa kejadian ini ditindaklanjuti melalui mekanisme internasional yang berlaku," ujar Sukamta kepada wartawan pada Selasa (31/3/2026).

Sukamta, yang juga merupakan Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menekankan bahwa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi perdamaian, sekaligus menjaga kehormatan dan martabatnya. "Dalam situasi seperti ini, ketegasan harus berjalan seiring dengan kebijaksanaan," tambahnya. Ia juga menyoroti bahwa pengabdian TNI dalam misi perdamaian PBB merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dan stabilitas global, meskipun tugas tersebut penuh risiko.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Detail Insiden dan Korban

Berdasarkan laporan dari Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Narsullah, insiden ini menimpa prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Praka Farizal Romadhon, yang menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/Jaya Sakti, berasal dari Yonif 113/Jaya Sakti Brigade Infanteri 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda, Aceh. Prajurit yang gugur ini meninggalkan seorang istri dan anak berusia 2 tahun.

Serangan ini, yang terjadi akibat eskalasi antara militer Israel (IDF) dan kelompok Hizbullah, tidak hanya menyebabkan satu prajurit TNI gugur, tetapi juga mengakibatkan tiga anggota TNI lainnya terluka. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang telah mendapatkan penanganan medis.

Pernyataan Dukacita dan Prinsip Hukum Internasional

Sukamta menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam menjalankan tugas mulia sebagai bagian dari misi perdamaian dunia. "Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," pungkasnya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap bentuk serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dan merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum internasional. Insiden ini mengingatkan bahwa tugas menjaga perdamaian di zona konflik seperti Lebanon selalu menghadapi risiko tinggi, namun komitmen Indonesia untuk berkontribusi pada perdamaian global tetap kuat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga