Pelajar di Palmerah Dibacok Mistar OTK, Keluarga Minta Polisi Tangkap Pelaku
Pelajar Palmerah Dibacok OTK, Keluarga Laporkan ke Polisi

Seorang pelajar bernama Davi Sepriansah (16) menjadi korban pembacokan oleh empat orang tak dikenal (OTK) di Palmerah, Jakarta Barat. Insiden terjadi pada Senin, 27 Juli 2026, sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Kali Sekretaris, dekat SMP 101 Kemanggisan. Davi mengalami luka bacok di kepala dan harus mendapatkan tiga jahitan di rumah sakit.

Kronologi Kejadian

Davi menceritakan saat itu ia sedang mengantar saudaranya, Abas (16), ke rumahnya. Sesampainya di dekat rumah Abas, saudaranya hampir ditabrak motor sehingga menghindar. Davi yang berada di belakang menengok kiri untuk memastikan aman, lalu saat menengok kanan, ia langsung dibacok di kepala. Menurut kesaksian Davi, pelaku berjumlah empat orang menggunakan dua sepeda motor. Salah satu pelaku mengeluarkan senjata sejenis mistar panjang dan membacok kepalanya. Setelah membacok, para pelaku langsung melarikan diri ke arah kiri. Davi berteriak histeris karena syok, sementara Abas memegangi kepalanya yang berdarah.

Ciri-Ciri Pelaku

Davi mengingat para pelaku mengenakan jaket dan masker. Salah satu terduga pelaku tampak memakai celana sekolah. Identitas pelaku belum diketahui, dan hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan. Kakak korban, Devi Mariana (30), mengatakan bahwa kasus ini telah dilaporkan ke polisi. "Sudah lapor ke polisi, diserahkan ke Polres karena katanya ini berkaitan dengan anak-anak," tutur Devi. Ia berharap para pelaku segera ditangkap.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak dan Tindak Lanjut

Akibat kejadian tersebut, Davi harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan tiga jahitan di kepalanya. Keluarga berharap pihak berwajib dapat mengusut tuntas kasus ini. Polres Jakarta Barat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga