Pemerintahan Trump melaksanakan rencananya mengganti panel-panel di situs President's House di Philadelphia, tempat George Washington tinggal pada 1790-an ketika kota itu menjadi ibu kota Amerika Serikat. President's House, yang merupakan bagian dari Independence National Historical Park, selama ini menampilkan panel dan video yang berfokus pada kehidupan sembilan orang yang dipaksa bekerja sebagai budak di rumah itu, melayani Washington beserta istrinya, Martha.
Kritik: Panel Baru Perlunak Sejarah Perbudakan
Pemerintahan Donald Trump berupaya merevisi pameran ini berdasarkan perintah eksekutif 2025 bertajuk "Restoring Truth and Sanity to American History." Perintah itu bertujuan menghapus konten dari institusi sejarah dan budaya yang menurut pemerintah "secara tidak tepat mencemarkan nama baik orang-orang Amerika, baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup." Versi baru pameran yang dipasang pada Rabu (15/07) itu masih mempertahankan referensi tentang mereka yang diperbudak di rumah tersebut, serta informasi tentang gerakan abolisionis.
Namun para pengkritik berargumen bahwa pameran baru ini menyajikan gambaran yang lebih lunak tentang pandangan Washington terhadap perbudakan. Salah satu contohnya, panel berjudul "The Dirty Business of Slavery" dihapus dan diganti dengan "Celebrating Independence Throughout the Years." Panel-panel baru juga menghilangkan sejumlah materi dari pameran sebelumnya, termasuk peta jalur perdagangan budak dan garis waktu yang menelusuri sejarah perbudakan. Sementara deskripsi tentang pandangan dan perlakuan Washington terhadap orang-orang yang diperbudak diperlunak.
Pertarungan Hukum antara Pemerintah Federal dan Kota
Pergantian panel yang terjadi sebelum situs dibuka pada Rabu (15/07) itu merupakan babak terbaru dalam perseteruan antara pemerintahan Trump dan Kota Philadelphia. Setelah situs President's House dipilih untuk diubah, panel-panel asli dicabut pada Januari. Sebagian dipasang kembali pada bulan berikutnya setelah Philadelphia berhasil menggugat langkah tersebut di pengadilan distrik federal, dengan alasan bahwa pemerintah wajib berkonsultasi dengan kota sebelum melakukan perubahan. Pameran itu hanya dipulihkan sebagian selama berbulan-bulan sementara kasus hukum terus berjalan, bahkan hingga perayaan Hari Kemerdekaan 4 Juli Philadelphia.
Wali Kota Philadelphia Kecam Pencabutan Panel
Awal bulan ini, pemerintahan Trump memenangkan bandingnya, yang kemudian memicu pemasangan panel baru pada Rabu (15/07). Cherelle Parker, wali kota Philadelphia, berjanji untuk "terus berjuang" dalam sebuah unggahan di X. "Semalam, di bawah kegelapan malam, pemerintah federal mencabut panel-panel di President's House yang mengisahkan sejarah Philadelphia secara menyeluruh," katanya. "Hal ini diizinkan oleh keputusan pengadilan federal, tapi kenyataan bahwa mereka melakukannya di malam hari menunjukkan bahwa mereka sadar tindakan ini memalukan dan melanggar kepercayaan komunitas."
Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris dan diadaptasi oleh Fika Ramadhani, dengan editor Ayu Purwaningsih.



