Kim Jong Un Awasi Uji Tembak Rudal Jelajah Strategis
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, secara langsung memantau uji coba peluncuran rudal jelajah dari kapal perusak angkatan laut serta berbagai uji coba senjata lainnya. Dalam kesempatan tersebut, ia meminta pasukannya untuk memperkuat kemampuan bertempur guna meningkatkan kesiapan militer negara.
Menurut laporan media pemerintah KCNA pada Minggu (5/7/2026), Kim Jong Un mengamati uji tembak rudal jelajah strategis dan evaluasi sistem anti-kapal, anti-kapal selam, serta pertahanan udara yang dipasang di atas kapal perusak angkatan laut Kang Kon. Uji coba ini dilakukan pada hari Jumat (3/7) sebagai bagian dari penilaian sistem tempur kapal perang yang baru dibangun.
Uji Coba Mencakup Deteksi Target hingga Perang Elektronik
KCNA merinci bahwa uji coba tersebut mencakup pemeriksaan kemampuan deteksi target dan pemrosesan informasi, sistem daya tembak terintegrasi, meriam angkatan laut, meriam otomatis, serta peralatan perang elektronik. Kim Jong Un diberi pengarahan tentang program evaluasi senjata kapal sebelum menyaksikan langsung peluncuran rudal jelajah strategis dan uji coba lainnya.
Dalam laporan yang sama, Kim memuji kemajuan terbaru dalam pengembangan senjata Korea Utara dan menyerukan upaya lebih lanjut untuk memperluas kemampuan pencegahan perang serta kemampuan tempur negara. "Ia memerintahkan para pejabat untuk menyelesaikan uji coba Kang Kon dan menugaskan kapal perusak tersebut ke dalam dinas angkatan laut dalam waktu dua bulan," bunyi laporan KCNA.
Modernisasi Angkatan Laut: Kapal 5.000 Ton dan Rencana ke Depan
Akhir bulan lalu, Korea Utara telah menugaskan kapal perusak Choe Hyon berbobot 5.000 ton dan mengumumkan rencana untuk mengerahkan Kang Kon, kapal dari kelas yang sama, sebagai bagian dari upaya modernisasi angkatan laut yang lebih luas. Kim Jong Un telah menyerukan pembangunan dua kapal perang kelas ini setiap tahun selama lima tahun ke depan dan juga menguraikan rencana untuk kapal perang yang lebih besar dengan bobot 10.000 ton.
Langkah ini menunjukkan ambisi Pyongyang untuk memperkuat armada lautnya di tengah ketegangan regional. Uji coba rudal jelajah dari kapal perusak Kang Kon menjadi sinyal bahwa Korea Utara terus mengembangkan kemampuan serangan presisi dari platform laut, yang dapat mengubah keseimbangan militer di Semenanjung Korea.



