Kim Jong Un Awasi Uji Coba Rudal Jelajah dan Antikapal dari Kapal Perang Korut
Kim Jong Un Awasi Uji Coba Rudal Korut dari Kapal Perang

Kim Jong Un Awasi Langsung Uji Coba Rudal Korut dari Kapal Perang

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un secara langsung mengawasi uji coba terbaru untuk rudal jelajah strategis dan rudal antikapal perang yang diluncurkan dari sebuah kapal perang milik negara tersebut. Uji coba ini merupakan bagian dari serangkaian peluncuran rudal yang dilakukan Pyongyang dalam beberapa waktu terakhir, menandai peningkatan aktivitas militer di Semenanjung Korea.

Detail Peluncuran dan Spesifikasi Rudal

Menurut laporan dari kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), uji coba senjata ini digelar pada hari Minggu (12/4) waktu setempat. Dua rudal jelajah strategis yang diuji masing-masing mampu mengudara selama lebih dari dua jam, sementara satu rudal antikapal perang terbang selama 33 menit. Rudal-rudal tersebut diluncurkan dari kapal perusak Choe Hyon, salah satu dari dua kapal perang berbobot 5.000 ton yang dimiliki Korut.

KCNA melaporkan bahwa rudal-rudal itu mengudara di sepanjang lintasan penerbangan yang telah ditetapkan di langit di atas Laut Barat Korea, yang merupakan sebutan Pyongyang untuk Laut Kuning, dan berhasil mengenai target dengan akurasi tembakan yang sangat presisi. Sebuah foto yang dirilis oleh KCNA menunjukkan sebuah rudal dalam tahap penerbangan awal setelah diluncurkan dari kapal perang, dengan kobaran api berwarna oranye yang menyala dari bagian ekornya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penguatan Kapabilitas Angkatan Laut dan Dukungan Rusia

Kim Jong Un juga diberi pengarahan mengenai perencanaan sistem senjata untuk dua kapal perusak lainnya yang sedang dalam proses perakitan, yang kini disebut sebagai "No 3 dan No 4". Pemimpin Korut ini menyatakan kepuasan yang besar atas fakta bahwa kesiapan aksi strategis tentara Korea Utara telah diperkuat, dan menegaskan kembali bahwa penguatan pencegahan nuklir merupakan tugas prioritas terpenting bagi negara tersebut.

Di sisi lain, Korea Selatan (Korsel) turut mengomentari produksi dua kapal perang tambahan oleh Pyongyang. Seorang anggota parlemen Korsel, Yoo Yong Won dari Partai Kekuatan Rakyat, mengatakan bahwa Korut tampaknya mempercepat pembangunan kapal perusak ketiga di kota pelabuhan Nampo. Mengutip citra satelit dari perusahaan intelijen berbasis di Amerika Serikat, Yoo menyatakan bahwa Korea Utara sedang mempercepat modernisasi angkatan lautnya dengan bantuan militer dari Rusia.

Hubungan militer antara Korut dan Rusia telah menguat belakangan ini, dengan Pyongyang yang diketahui telah mengirimkan pasukan darat dan peluru artileri untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina. Para pengamat menilai bahwa sebagai imbalannya, Korea Utara menerima bantuan teknologi militer dari Moskow, yang mungkin berkontribusi pada peningkatan kemampuan rudal dan angkatan lautnya.

Implikasi dan Konteks Regional

Uji coba rudal ini dilakukan dalam konteks ketegangan yang terus berlanjut di kawasan Asia Timur, di mana Korea Utara telah melakukan serangkaian peluncuran rudal dalam beberapa bulan terakhir. Aktivitas ini menimbulkan kekhawatiran di antara negara-negara tetangga, termasuk Korea Selatan dan Jepang, serta menarik perhatian komunitas internasional.

Penguatan angkatan laut Korea Utara, dengan diluncurkannya kapal perang baru dan uji coba rudal dari kapal tersebut, menunjukkan upaya Pyongyang untuk meningkatkan kemampuan proyeksi kekuatannya di perairan regional. Hal ini dapat berdampak pada stabilitas keamanan di Semenanjung Korea dan sekitarnya, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik yang kompleks melibatkan kekuatan-kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan China.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga