Israel Ubah Klasifikasi Buaya Nil untuk Cegah Napi Kabur
Israel Ubah Klasifikasi Buaya Nil demi Keamanan Penjara

Menteri Perlindungan Lingkungan Israel, Idit Silman, telah mengubah klasifikasi buaya dalam kebijakan negara. Reptil tersebut kini dapat digunakan untuk keperluan keamanan, termasuk menjaga penjara. Keputusan ini diumumkan pada Senin, 20 Juli 2026, dan memicu perdebatan luas.

Latar Belakang Usulan Buaya Penjaga Penjara

Pada Desember lalu, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, yang berhaluan kanan jauh, mengusulkan penggunaan buaya di sekitar penjara yang banyak dihuni warga Palestina. Gagasan ini terinspirasi dari pusat penahanan migran di Florida, Amerika Serikat, yang dijuluki "Alligator Alcatraz." Ben-Gvir melihat potensi buaya sebagai alat pencegah pelarian tahanan.

Perubahan Klasifikasi Buaya Nil

Melalui aturan baru tersebut, buaya Nil tidak lagi dikategorikan sebagai satwa liar. Mereka kini berstatus "satwa liar hasil budidaya." Dengan status ini, lembaga keamanan dapat menggunakannya untuk tujuan keamanan, tentu saja atas persetujuan pemerintah dan tetap memenuhi syarat yang ditetapkan otoritas lingkungan. Salah satu lembaga yang berpotensi memanfaatkan aturan ini adalah Dinas Pemasyarakatan Israel, yang berada di bawah kewenangan Ben-Gvir.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rencana Pengamanan Penjara Ketziot

Media Israel melaporkan bahwa Ben-Gvir berencana menggunakan buaya untuk membantu mengamankan Penjara Ketziot di selatan Israel. Sebagian besar penghuninya adalah tahanan asal Palestina. Dalam unggahan di Facebook pada Kamis (17/7), Ben-Gvir menulis, "Sedang ingin kabur? Pikirkan lagi." Unggahan itu disertai gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang memperlihatkan dirinya memegang tali kekang seekor buaya.

Kritik dan Penolakan dari Berbagai Pihak

Usulan penggunaan buaya menuai kritik tajam. Stasiun televisi Israel Channel 13 melaporkan bahwa Otoritas Alam dan Taman Israel telah menolak usulan Ben-Gvir sejak pertama kali ide tersebut diajukan. Menurut mereka, satwa liar seharusnya hanya dipelihara untuk kepentingan penelitian dan pendidikan. Mereka juga mengingatkan kasus lampau, ketika buaya hasil penangkaran lepas ke alam liar dan membahayakan keselamatan manusia.

Channel 13 juga melaporkan bahwa gagasan tersebut "disambut dengan ejekan oleh sejumlah pejabat" di Dinas Pemasyarakatan Israel. Para pejabat tersebut meragukan efektivitas dan etika penggunaan buaya sebagai alat keamanan penjara.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris dan diadaptasi oleh Felicia Salvina, dengan editor Ayu Purwaningsih.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga