Penegasan Israel Katz Soal Keberadaan Pasukan
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dengan tegas menyatakan bahwa Israel bertekad untuk mempertahankan pasukannya di zona keamanan yang telah didirikan di Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza. Pernyataan ini disampaikan dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, pada Rabu (15/7/2026).
Dalam pernyataan resmi kantor Katz, disebutkan bahwa Katz menekankan tekad Israel untuk tetap berada di zona keamanan di Suriah, Gaza, dan Lebanon guna melindungi perbatasan Israel dan masyarakat di dekat perbatasan dari ancaman pasukan jihadis. Katz juga menegaskan, "Kami tidak pernah meminta Amerika Serikat untuk bertindak atas nama kami di sepanjang perbatasan kami."
Desakan Trump untuk Menarik Pasukan
Pernyataan Katz muncul hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menarik pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon, menurut laporan media AS, Axios. Mengutip seorang pejabat AS, Axios melaporkan bahwa Trump mengatakan kepada Netanyahu bahwa penempatan pasukan Israel memicu ketegangan di Suriah. "Mereka tidak menginginkan Anda di sana. Anda harus memindahkan pasukan," kata Trump kepada Netanyahu.
Sejak penggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Desember 2024, Israel telah mengirim pasukan ke zona penyangga yang dipatroli PBB di Dataran Tinggi Golan. Israel juga melancarkan serangan berulang ke wilayah Suriah dan menyatakan keinginan untuk membentuk zona demiliterisasi di selatan negara itu.
Keberadaan Pasukan di Lebanon dan Negosiasi
Di Lebanon, pasukan Israel tetap ditempatkan di zona yang digambarkan militer Israel sebagai zona keamanan sepanjang sekitar 10 kilometer (enam mil) ke dalam wilayah Lebanon. Lebanon dan Israel, yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal, tengah terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri konflik setelah kelompok militan Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang dengan menyerang Israel pada Maret lalu.
Kedua negara telah menyelesaikan putaran kelima pembicaraan di Roma, Italia, pada Rabu (15/7). Negosiasi yang dimediasi AS ini bertujuan agar pasukan Israel secara bertahap mundur dari Lebanon, dimulai dengan dua zona percontohan di luar zona keamanan yang telah didirikan Israel di Lebanon selatan.
Dampak dan Reaksi
Penolakan Israel untuk menarik pasukan dari zona keamanan berpotensi meningkatkan ketegangan dengan AS dan negara-negara tetangga. Meskipun AS meminta penarikan, Katz menegaskan bahwa Israel akan bertindak sendiri untuk melindungi perbatasannya. Situasi ini juga mempersulit negosiasi dengan Lebanon, yang menginginkan penarikan penuh pasukan Israel.
Di sisi lain, kehadiran militer Israel di Suriah terus memicu kecaman dari pemerintah baru Suriah dan negara-negara Arab. Israel beralasan bahwa keberadaan mereka diperlukan untuk mencegah kelompok jihadis mendekati perbatasan. Namun, langkah ini dinilai sebagai pelanggaran kedaulatan Suriah dan berpotensi memicu konflik baru di kawasan.



