IRGC Peringatkan Israel dan Inggris Jangan Bantu AS dalam Perang
Iran Wanti-wanti Israel dan Inggris Jangan Bantu AS

Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebi, pada Minggu (26/7) waktu setempat menyampaikan peringatan keras terhadap Israel dan Inggris. Peringatan ini muncul dua hari setelah Amerika Serikat menghentikan serangan udaranya terhadap Iran yang berlangsung hampir dua minggu.

Mohebi menuduh Israel berupaya membuat AS tetap terlibat di kawasan dengan mempengaruhi Presiden Donald Trump dan memberikan informasi yang menyesatkan. "Israel tahu apa yang akan kami lakukan terhadapnya jika mereka kembali berperang dan kami memusatkan upaya kami terhadapnya," kata Mohebi seperti dilansir Press TV.

Peringatan Terhadap Inggris

Mohebi juga memperingatkan Inggris terkait dukungan mereka terhadap operasi pengebom B-1 milik AS. "Baru-baru ini, pengebom B-1 Amerika beroperasi dari pangkalan udara Inggris. Jika mereka terus bekerja sama, mereka akan dianggap sebagai target pasti dan sah kami. Kami memiliki skenario khusus yang disiapkan untuk setiap situasi," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sebelumnya, IRGC dalam pernyataan terpisah juga memperingatkan Inggris agar tidak memperburuk rekam jejaknya. Mereka menuduh London sebagai "arsitek utama untuk ketidakstabilan" di Timur Tengah karena berperan besar dalam serangan AS-Israel terhadap Iran.

Tuduhan Terhadap AS dan Gencatan Senjata

Dalam pernyataannya, IRGC juga menuduh AS berupaya memanfaatkan seruan kembali bernegosiasi untuk mengulur waktu dan memulihkan kemampuan militernya sebelum melancarkan serangan lagi. IRGC menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan Washington mengambil keuntungan dari apa yang disebut sebagai "gencatan senjata yang menipu".

Serangan Udara AS dan Balasan Iran

Sebelumnya, selama 13 malam berturut-turut, militer AS melakukan gelombang serangan udara terhadap Iran yang menewaskan 55 orang. Sebagai tanggapan, angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap target-target strategis Amerika di seluruh Asia Barat.

Ketegangan Regional Meningkat

Peringatan IRGC ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, sebuah kapal tanker minyak meledak di Selat Hormuz setelah menghantam ranjau laut, menambah kekhawatiran akan meluasnya konflik. Situasi ini menjadikan setiap langkah Israel dan Inggris dalam konflik Iran-AS akan diawasi ketat oleh Teheran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga