Iran Beri Ultimatum ke AS soal Serangan
Iran mengancam akan melanjutkan operasi serangan berskala penuh jika Amerika Serikat (AS) terus melancarkan gelombang serangan terhadap negara tersebut. Ancaman ini dilontarkan oleh seorang pejabat tinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, yang juga penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
"Jika serangan-serangan AS berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, kami akan memasuki fase operasi serangan skala penuh," tegas Rezaei dalam wawancara yang dikutip lembaga penyiaran negara IRIB pada Jumat (17/7) waktu setempat. Ia menambahkan, "Iran tidak akan lagi membatasi diri pada tindakan pembalasan, respons yang sepadan... Tidak akan ada batas politik yang aman dari kekuatan serangan Iran."
AS Dituduh Serang Infrastruktur Sipil
Rezaei menambahkan bahwa AS seharusnya membayar ganti rugi finansial atas tindakan yang oleh para pejabat Iran disebut sebagai serangan terhadap infrastruktur sipil. Washington telah membantah dengan sengaja menargetkan fasilitas sipil Teheran. Pernyataan itu muncul saat AS melancarkan serangan selama tujuh malam berturut-turut terhadap target-target Iran, yang dibalas oleh Teheran dengan menargetkan negara-negara Teluk yang menampung aset-aset militer Washington.
Rezaei juga memperingatkan bahwa respons militer Iran akan meluas hingga ke luar perbatasannya, jika konflik semakin memanas. Ancaman ini senada dengan retorika Presiden AS Donald Trump yang baru-baru ini menyatakan bahwa gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) AS-Iran, yang memang sudah rapuh, telah "berakhir" sebelum dia mengizinkan gelombang serangan baru terhadap Teheran.
Iran Balas Serang Negara Teluk
Sejak saat itu, Iran telah melancarkan serangkaian serangan pembalasan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS yang ada di wilayah beberapa negara tetangganya di kawasan Teluk, termasuk Qatar, Kuwait, dan Bahrain. Iran juga menargetkan fasilitas militer AS yang ada di Yordania dan Arab Saudi, yang semakin meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya konflik regional yang lebih luas.



