Ibu Hamil Tewas Tertembak di Intan Jaya, TNI Bantah Pengerahan Massa
Ibu Hamil Tewas Tertembak di Intan Jaya, TNI Bantah Massa

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) angkat bicara terkait insiden tewasnya seorang ibu hamil berinisial MD akibat tertembak saat berada di dalam rumahnya di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, memaparkan kronologi kejadian yang memilukan tersebut.

Kronologi Versi TNI

Menurut Nas, insiden berawal dari gangguan tembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari beberapa titik. "Berdasarkan hasil pendalaman awal di lapangan, insiden terjadi saat adanya gangguan tembakan yang diduga dilakukan OPM dari beberapa titik," ujar Nas kepada Liputan6.com, Senin (6/7/2026).

Personel Satgas TNI yang berada di lokasi saat itu tidak melakukan tembakan balasan. TNI menegaskan bahwa mereka selalu mengutamakan keselamatan dan perlindungan terhadap masyarakat sipil. Nas menyebutkan bahwa KKB kerap melakukan penembakan ke arah pos TNI. Dalam insiden ini, KKB menembaki pos TNI dari jarak di atas 900 meter dan lintasan peluru melewati perkampungan. "Mereka yang selalu mengganggu kita, selalu menembaki kita. Kita di pos diganggu mereka, diserang mereka. Itu pasukan kita lagi diam di dalam pos. Mereka nembaki dari jarak di atas 900 meter dan itu melewati perkampungan," ungkapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

TNI Berduka dan Bantah Pengerahan Massa

Nas menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya ibu hamil tersebut. "Perlu saya sampaikan bahwa TNI turut berduka cita atas meninggalnya warga sipil dalam peristiwa tersebut," kata dia. Sementara itu, beredar video di media sosial yang menunjukkan sekelompok orang mendatangi Markas TNI di Kabupaten Intan Jaya dengan membawa jenazah korban. Namun, Nas membantah adanya pengerahan massa ke markas TNI. "Tidak ada pengerahan massa ke markas TNI," tegasnya.

Insiden ini menambah daftar panjang korban sipil dalam konflik bersenjata di Papua. TNI berjanji akan terus melindungi warga sipil dan mengevaluasi prosedur keamanan di lapangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga