Menteri Informasi Lebanon Paul Morcos mengungkapkan bahwa kerugian material langsung akibat perang Israel di Lebanon diperkirakan mencapai $3-4 miliar. Angka tersebut disampaikan setelah pertemuan menteri dan bersifat sementara, belum mencakup kerugian ekonomi atau kerusakan tidak langsung.
Perkiraan Kerugian dan Pelanggaran Gencatan Senjata
Menurut kantor berita negara NNA, perkiraan ini muncul ketika tentara Israel terus melakukan pelanggaran terhadap perjanjian kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dan ditandatangani dengan Beirut. Pada hari ini, pasukan Israel meledakkan rumah-rumah dan melakukan ledakan di dua kota di Lebanon selatan, serta meledakkan bahan peledak semalam di kota Houla di distrik Marjayoun.
Upaya Rekonstruksi dan Dukungan bagi Warga
Morcos mengatakan pertemuan menteri membahas hasil kunjungan lapangan para menteri ke desa-desa dan kota-kota di selatan, termasuk cara-cara untuk mendukung kembalinya penduduk ke daerah mereka dan menyediakan tempat tinggal yang layak. Para menteri juga membahas dukungan terhadap kebutuhan pemerintah daerah dan sektor ekonomi lokal untuk membantu warga kembali, menjelang dimulainya upaya rekonstruksi.
Perjanjian Kerangka Kerja Lebanon-Israel
Pada 26 Mei, Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka kerja di bawah mediasi AS, yang mengatur penarikan bertahap Israel dari wilayah Lebanon. Namun, perjanjian tersebut tidak menetapkan jadwal untuk penarikan penuh dan mengaitkan penarikan lebih lanjut dengan tanggung jawab keamanan yang diambil alih oleh tentara Lebanon dan pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara, termasuk Hizbullah.
Respons Hizbullah dan Dampak Perang
Para pejabat Lebanon mengatakan perjanjian tersebut merupakan "langkah pertama" menuju pemulihan kedaulatan negara atas seluruh wilayahnya dan memungkinkan pengungsi untuk kembali ke kota mereka. Namun, Hizbullah menyebut perjanjian itu "batal demi hukum," dengan mengatakan bahwa mengaitkan penarikan Israel dengan pelucutan senjata mereka melanggar "semua garis merah."
Sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 4.300 orang dan melukai lebih dari 12.000 lainnya, menurut angka resmi. Pasukan Israel juga terus menduduki wilayah-wilayah di Lebanon selatan, beberapa di antaranya telah dikuasai selama beberapa dekade dan lainnya direbut selama perang 2023-2024, sambil maju lebih dari 10 kilometer (6,2 mil) ke wilayah Lebanon selama serangan terbaru.



