Gubernur Bali Koster Buka Suara soal Terduga Pencuri Ayam Tewas Dihajar Massa
Gubernur Bali Buka Suara soal Terduga Pencuri Ayam Tewas

Lima Tersangka Pengeroyokan Sudah Diamankan

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengonfirmasi bahwa aparat penegak hukum telah menangani kasus tewasnya seorang pria berinisial KD yang diduga mencuri ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Peristiwa pengeroyokan yang menewaskan KD itu terjadi pada Jumat (24/7) lalu, dan saat ini sudah ada lima tersangka yang diproses oleh Polda Bali.

"Yang lima orang sudah diproses oleh kepolisian," kata Koster usai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Forkompinda Bali di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, pada Selasa (28/7) sore. Ia menegaskan bahwa situasi di desa-desa harus tetap kondusif dan warga tidak perlu bertindak reaktif dalam menghadapi tindak kriminalitas.

Imbauan Jaga Nilai Kemanusiaan

Koster menekankan bahwa meskipun tindakan pencurian tidak dapat dibenarkan, nilai kemanusiaan harus tetap diutamakan. "Iya semua harus menjaga situasi di masing-masing desa, tidak perlu terlalu reaktif menurut saya, bahwa itu melakukan tindakan pencurian, iya. Tapi tentu saja kemanusiaan itu harus dijaga lebih dulu," ujarnya. Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Daerah Buleleng telah memberikan bantuan kepada keluarga korban.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, mengonfirmasi bahwa kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian. "Sekarang masih dalam penanganan polisi. Sudah lima orang diamankan untuk proses lebih lanjut. Itu bisa berkembang, intinya kita mencari dan mengumpulkan barang bukti untuk membuktikan bahwa terjadi perbuatan pengeroyokan yang menyebabkan mati, itu saja," jelasnya.

Dua Perkara Ditangani Sekaligus

Sebelumnya, Polres Tabanan telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, yaitu MJ, WS, KB, ML, dan ND. Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, menyatakan bahwa pihaknya menangani dua perkara sekaligus: dugaan pencurian yang ditangani Polsek Baturiti dan dugaan kekerasan bersama di muka umum yang mengakibatkan kematian. "Penanganan perkara tersebut dilakukan secara profesional oleh Polres Tabanan dengan dukungan Ditreskrimum Polda Bali," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin (27/7).

Peristiwa ini bermula ketika KD tertangkap basah diduga mencuri ayam aduan milik warga. Massa yang geram kemudian menghakimi KD hingga tewas di lokasi kejadian. Kejadian serupa (vigilantisme) sempat terjadi di beberapa daerah di Indonesia, memicu diskusi tentang pentingnya penegakan hukum tanpa main hakim sendiri.

Upaya Pencegahan ke Depan

Gubernur Koster berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat Bali. Ia meminta aparat desa dan tokoh masyarakat untuk aktif dalam menjaga keamanan lingkungan tanpa harus bertindak di luar hukum. "Kita harus mengedepankan musyawarah dan melaporkan setiap tindak pidana ke pihak berwajib," tegasnya. Dengan adanya lima tersangka yang diproses, diharapkan proses hukum berjalan transparan dan memberikan efek jera.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga