Dua Korban Luka Bentrokan Berdarah Adonara Masih Dirawat di Rumah Sakit
Dua Korban Luka Bentrokan Adonara Masih Dirawat

Kupang -- Dua dari tujuh korban luka akibat bentrokan berdarah di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menjalani perawatan intensif di RSUD Larantuka dan RSUD Lewoleba, Lembata. Insiden yang pecah pada Sabtu (18/7/2026) pagi antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasasosina dan Desa Waiburak itu menewaskan tiga orang dan melukai tujuh lainnya.

Korban Luka dan Perawatan

Wakapolres Flores Timur, Kompol Ketut Mastina, mengonfirmasi bahwa dari tujuh korban luka, empat orang awalnya dirujuk ke RSUD Larantuka, lalu dua di antaranya dievakuasi ke Lewoleba. Tiga korban lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Pratama Adonara. "Korban luka-luka yang masih dirawat dari empat orang sebelumnya kini tinggal dua orang. Dua di antaranya telah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, satu dirawat di Lewoleba, Lembata, dan satu lagi di RSUD Larantuka," ujar Ketut.

Dua korban yang masih dirawat adalah Purnama (19) di RSUD Lewoleba dan Anwar Sabon di RSUD Larantuka. Kondisi keduanya dilaporkan stabil.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Tewas dan Pemakaman

Tiga korban tewas dalam bentrokan tersebut telah dimakamkan oleh keluarga masing-masing. Dua jenazah, Nayamudin Iskandar (21) warga Desa Waiburak dan Petrus Kopong Epit warga Desa Narasaosina, dimakamkan pada Sabtu (18/7). Satu jenazah lainnya, Hope (60), dimakamkan pada Minggu (19/7) pagi.

Pengamanan dan Penambahan Personel

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, menyatakan bahwa pengamanan di lokasi bentrok diperketat dengan tambahan personel Brimob. Sebanyak 34 personel dari Kompi 4 Batalyon B Maumere telah dikerahkan. Selain itu, pada Minggu (19/7), Polda NTT memberangkatkan 100 personel Brimob yang terdiri dari pasukan pelopor dan tim penjinak bom dari Gegana. "Total anggota Brimob yang ditambah untuk penebalan personel lebih dari seratus orang dan semuanya telah tiba di Adonara untuk melakukan pengamanan bersama anggota Polres Flores Timur, Polsek Adonara Timur, dan TNI dari Kodim 1624 dan Koramil setempat," jelas Adhitya.

Situasi Terkini dan Penyelidikan

Adhitya mengklaim situasi keamanan pasca-bentrokan hingga sore ini sudah kondusif. Bentrokan yang terjadi sekitar pukul 06.30 WITA itu tidak hanya menelan korban jiwa dan luka, tetapi juga mengakibatkan 20 rumah dibakar massa. Polisi masih menyelidiki penyebab bentrokan antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga