Dokter RSUD Samarinda Diistirahatkan Usai Komentar Pasien BPJS
Dokter RSUD Samarinda Diistirahatkan Usai Komentar Pasien BPJS

RSUD IA Moeis Samarinda telah mengambil tindakan tegas terhadap dokter berinisial RM yang berkomentar dalam unggahan keluhan pasien pengguna BPJS. Dokter tersebut kini diistirahatkan sementara selama dua hingga tiga hari setelah unggahan viral dan pasien yang bersangkutan meninggal dunia.

Kronologi Viral dan Meninggalnya Pasien

Media sosial dihebohkan oleh unggahan Yurizal Tri Chaerawan yang mengaku menunggu delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan. Dalam unggahannya, Yurizal menulis, "8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS." Unggahan ini memicu beragam respons dari warganet, termasuk komentar dari sejumlah tenaga kesehatan yang diduga tidak berempati.

Tak lama setelah unggahan tersebut viral, Yurizal dikabarkan meninggal dunia. Hal ini memunculkan gelombang kritik terhadap komentar-komentar yang dinilai tidak manusiawi, terutama dari akun yang kemudian diketahui milik dokter RM.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tindakan Manajemen RSUD IA Moeis

Direktur RSUD IA Moeis Samarinda, dr. Osa Rafsodia, membenarkan bahwa salah satu akun yang menjadi sorotan publik merupakan akun dokter yang bekerja di rumah sakitnya. "Yang bersangkutan sudah kami panggil dan telah diproses sesuai ketentuan disiplin pegawai. Dokter tersebut juga sudah menyampaikan permintaan maaf kepada rumah sakit," ucapnya dilansir detikKalimantan, Rabu (5/8/2026).

Sebagai tindak lanjut, manajemen memutuskan untuk mengistirahatkan sementara dokter tersebut selama beberapa hari sambil menunggu perkembangan penanganan internal. "Sementara kami istirahatkan dulu sekitar dua sampai tiga hari. Kami juga sudah melaporkan persoalan ini kepada Inspektorat Daerah," jelasnya.

Dampak dan Respons Publik

Kejadian ini menjadi sorotan publik tentang pelayanan kesehatan bagi pasien BPJS. Banyak warganet yang mengecam komentar dokter RM yang dianggap tidak berempati terhadap pasien yang sedang kesulitan. Kasus ini juga memicu diskusi tentang etika tenaga kesehatan dalam bermedia sosial.

RSUD IA Moeis Samarinda berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini secara internal dan melaporkannya ke Inspektorat Daerah. Langkah ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh tenaga kesehatan untuk lebih berhati-hati dalam berkomentar di ruang publik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga