Dokter di Bandung Didakwa Aniaya Pacar Gegara Tolak Ambilkan Makanan
Dokter Bandung Aniaya Pacar Tolak Ambilkan Makanan

Seorang dokter di Bandung, Jawa Barat, bernama Andre (inisial) resmi didakwa melakukan penganiayaan terhadap pacarnya, GGMB, yang juga berprofesi sebagai dokter. Peristiwa itu terjadi pada 7 Juli 2023 di kos Andre, dan sidang perdana kasus ini telah digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Selasa (28/7/2026). Jaksa penuntut umum mendakwa Andre dengan Pasal 466 Ayat (1) KUHP juncto Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Kronologi Kejadian Berawal dari Jemputan dan Perintah Ambil Makanan

Menurut surat dakwaan yang dibacakan jaksa, kejadian bermula saat Andre menghubungi GGMB untuk menjemputnya di kawasan Gegerkalong, Kota Bandung. Korban yang merasa lelah memilih untuk pergi lebih dulu ke kos temannya yang lokasinya dekat dengan kos Andre. Setibanya di kos Andre, korban diminta membereskan kamar dan memesan makanan.

“Lalu ketika makanan sudah datang sekitar pukul 22.00 WIB, terdakwa meminta korban untuk ambilkan makanan tersebut di depan kosan tetapi korban tidak mau karena korban lelah,” demikian isi dakwaan yang dikutip dari detikJabar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penolakan Picu Kekerasan Fisik dan Penganiayaan Beruntun

Penolakan GGMB membuat Andre emosi. Ia melempar botol plastik ke arah korban dan memukul paha korban. Setelah itu, Andre turun sendiri untuk mengambil makanan. Saat kembali ke kamar, ia melihat GGMB sedang menangis. Hal itu justru membuatnya semakin marah.

“Terdakwa emosi mendengar tangisan korban dan memukul pipi kiri korban. Terdakwa juga mencekik leher korban dan menampar hingga mengenai mata korban,” jelas jaksa dalam dakwaannya.

Korban Sempat Melawan, Tapi Terus Dihajar hingga Disekap

GGMB sempat berusaha melawan, namun Andre terus menghajarnya. Ia bahkan menyekap korban di dalam kos selama satu malam penuh. Korban baru bisa kabur keesokan harinya setelah seorang teman perempuannya datang menjenguk. Akibat penganiayaan itu, GGMB mengalami sejumlah luka di bagian wajah, leher, dan tubuh lainnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan seorang tenaga medis yang seharusnya menjadi panutan. Polisi telah melakukan penyelidikan dan menyerahkan berkas perkara ke kejaksaan. Andre kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga