Pemerintah China membantah keras tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut Beijing memberikan dukungan kepada Iran dalam produksi rudal. Otoritas China menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan meminta pihak Israel untuk tidak menyebarkan informasi yang keliru.
Bantahan Resmi dari Beijing
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan penolakan tegas terhadap klaim Netanyahu. "Kami menolak tuduhan yang tidak berdasar pada fakta," kata Guo kepada wartawan di Beijing pada Selasa (12/5/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.
Pernyataan ini disampaikan Guo saat menanggapi pertanyaan media mengenai komentar Netanyahu yang menuduh China "memberikan dukungan kepada Iran untuk beberapa bagian spesifik dalam produksi rudal." Guo menegaskan bahwa China selalu berpegang pada prinsip perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.
Komitmen China terhadap Perdamaian
Guo menambahkan bahwa China telah berulang kali menjelaskan posisinya sebagai negara besar yang bertanggung jawab. "Kami telah menjelaskan posisi China dalam beberapa kesempatan. Sebagai negara besar yang bertanggung jawab, China selalu memenuhi kewajiban internasionalnya," tegas Guo.
"Kami berkomitmen untuk mempromosikan de-eskalasi dan perundingan damai untuk mengakhiri konflik," ujarnya, menekankan bahwa China mendukung upaya diplomatik di kawasan tersebut.
Konteks Serangan dan Gencatan Senjata
Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi basis aset militer AS. Menurut data otoritas Iran, lebih dari 3.300 orang tewas dan puluhan ribu lainnya mengungsi akibat serangan AS-Israel sejak akhir Februari.
Sementara itu, setidaknya 13 tentara AS tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan balasan Iran di negara-negara Teluk. Pertempuran berhenti pada 8 April setelah gencatan senjata antara AS dan Iran yang dimediasi Pakistan diumumkan oleh Presiden Donald Trump. Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata secara sepihak tanpa batas waktu yang jelas.
Sanksi AS terhadap China
Sebelumnya, AS menuduh China mendukung Iran dan menjatuhkan sanksi terhadap kilang minyak serta perusahaan citra satelit China. Tuduhan ini semakin memperkeruh hubungan antara Beijing dan Washington di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran.



