Bripda Nopandri Ditemukan Tewas Usai Hilang saat Penggerebekan Narkoba
Bripda Nopandri Ditemukan Tewas Usai Hilang saat Penggerebekan

Bripda Nopandri Ramadhana, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang sebelumnya dilaporkan hilang saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, akhirnya ditemukan meninggal dunia. Jenazah Nopandri ditemukan pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 15.55 WIB di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang.

Kronologi Penemuan Jenazah

Nopandri ditemukan oleh Briptu Rangga dan Bripda Ryan dalam keadaan kaku, terapung, dan tersangkut di ranting kayu. Saat ini jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Nopandri. "Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bripda Nopandri. Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," kata Eko dalam keterangannya, Minggu (5/7).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Komitmen Bareskrim dalam Pengusutan

Eko menegaskan bahwa peristiwa yang menimpa Nopandri menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Tim gabungan masih bekerja untuk mengungkap peristiwa tersebut. "Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.

Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan serta pengejaran terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Eko juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan para pelaku agar segera menyampaikannya kepada aparat kepolisian. "Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti," ucap dia.

Insiden Penggerebekan Sebelumnya

Sebelumnya, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra, juga meninggal dunia dalam penggerebekan yang sama. Selain Yudhie, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana dilaporkan hilang setelah penggerebekan tersebut. Eko menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Rabu (1/7) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Saat itu, sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi. Polisi lalu membagi menjadi dua kelompok: tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.

Kronologi Perlawanan Massa

"Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang," kata Eko dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7). Situasi semakin memanas karena massa aksi terus bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Situasi kemudian semakin tidak terkendali. Anggota lalu berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa. "Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan," katanya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga