Militer Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa pasukannya telah menembaki dan melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Iran di Teluk Oman pada Rabu pagi, 6 Mei 2026, waktu setempat. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan Iran saat insiden terjadi.
Kapal Abaikan Peringatan Blokade
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa kapal tanker M/T Hasna mengabaikan peringatan berulang kali terkait pelanggaran blokade angkatan laut Amerika. Akibatnya, sebuah jet tempur F/A-18 Super Hornet Angkatan Laut AS yang diluncurkan dari kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72) menembakkan beberapa peluru dari meriam 20mm ke arah kapal tersebut.
"Setelah awak kapal gagal mematuhi peringatan, pasukan AS melumpuhkan kemudi kapal tanker dengan tembakan meriam 20mm. Hasna tidak lagi melanjutkan perjalanan ke Iran," demikian pernyataan CENTCOM seperti dilansir Al Arabiya, Kamis (7/5/2026).
Blokade Tetap Berlaku
CENTCOM menegaskan bahwa blokade terhadap kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar dari pelabuhan Iran tetap berlaku sepenuhnya. Pasukan AS terus bertindak dengan cermat dan profesional untuk memastikan kepatuhan terhadap blokade tersebut.
Sebelumnya pada hari yang sama, CENTCOM melaporkan bahwa blokade telah memaksa lebih dari 50 kapal komersial untuk berbalik arah dan kembali ke pelabuhan asal. Insiden ini menambah ketegangan di kawasan Teluk Oman dan Selat Hormuz.
Sebelumnya, Iran membantah tuduhan bahwa militernya menyerang kapal Korea Selatan di Selat Hormuz. Blokade AS terhadap Iran terus menuai kontroversi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.



