AS Siap Serang Pembangkit Listrik Iran Jika Diperintahkan, Hegseth: Kami Lebih Siap
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengeluarkan peringatan keras kepada Iran bahwa pasukan AS siap menyerang pembangkit listrik dan industri energi negara tersebut jika diperintahkan. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Pentagon, Departemen Pertahanan AS, pada Jumat (17/4/2026), seperti dilansir Reuters dan TRT World.
Hegseth menyebut bahwa blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran yang sedang berlangsung hanyalah contoh perilaku "sopan" selama gencatan senjata. "Jika Iran membuat pilihan yang buruk, maka mereka akan menghadapi blokade dan bom-bom yang dijatuhkan terhadap infrastruktur, instalasi listrik dan energi," tegas Hegseth dalam konferensi pers pada Kamis (16/4) waktu setempat.
Peringatan Langsung dan Persiapan Militer
Dalam pernyataan yang ditujukan langsung kepada kepemimpinan Iran, Hegseth menegaskan bahwa blokade laut tersebut "merupakan cara sopan yang dapat dilakukan". Dia mengungkapkan bahwa blokade besar-besaran terhadap pelabuhan Iran akan dilanjutkan selama diperlukan. "Kami sedang mempersiapkan diri dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya, dan intelijen yang lebih baik," ujarnya.
Hegseth secara eksplisit memperingatkan: "Kami siap menyerang infrastruktur dual-use Anda yang penting, pembangkit listrik Anda yang tersisa, dan industri energi Anda." Namun, bos Pentagon ini juga menambahkan bahwa AS lebih memilih untuk tidak perlu mengambil tindakan militer tersebut.
Dukungan Militer dan Konteks Perundingan Damai
Dalam konferensi pers yang sama, pemimpin Kepala Staf Gabungan militer AS, Jenderal Dan Caine, menegaskan bahwa pasukan Amerika "siap untuk melanjutkan operasi tempur besar-besaran dalam waktu singkat". Pernyataan ini memperkuat posisi AS di tengah putaran lanjutan perundingan damai dengan Iran yang direncanakan dalam waktu dekat.
Hegseth menekankan bahwa Iran perlu mengambil pilihan secara bijak dalam perundingan tersebut. Pemerintahan Presiden Donald Trump, pada Rabu (15/4), menyatakan optimisme untuk tercapainya kesepakatan dalam mengakhiri perang antara AS dan Iran yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu.
Blokade Laut dan Tekanan Ekonomi
Washington juga memperingatkan peningkatan tekanan ekonomi terhadap Teheran jika negara itu tetap bersikap keras pada pendiriannya. Blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran telah diberlakukan sejak Senin (13/4) waktu setempat, dengan militer AS memaksa sedikitnya 13 kapal untuk berbalik arah.
Trump berharap blokade tersebut akan memaksa Iran untuk menerima persyaratan yang diajukan AS, termasuk dibukanya kembali Selat Hormuz yang secara efektif diblokir oleh Teheran selama perang. Jalur perairan penting ini biasanya dilalui oleh sekitar seperlima ekspor minyak dan gas global.
Konflik ini dipicu oleh serangan gabungan Washington dan Israel, dan kini memasuki fase kritis dengan ancaman militer langsung terhadap infrastruktur energi Iran. Hegseth menutup pernyataannya dengan pesan jelas: pilihan ada di tangan Iran, tetapi AS telah mempersiapkan segala skenario.



