AS Serang Iran Lagi, Ledakan Terdengar di Bandar Abbas hingga Qeshm
AS Serang Iran Lagi, Ledakan di Bandar Abbas hingga Qeshm

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terbaru ke wilayah Iran pada Senin malam, 13 Juli 2026. Rentetan ledakan terdengar di sejumlah kota di Iran, termasuk Bandar Abbas, Pulau Qeshm, dan Kish. Serangan ini merupakan malam ketiga berturut-turut yang dilakukan oleh Komando Pusat AS atas arahan Panglima Tertinggi.

Serangan AS Targetkan Aset Militer Iran

Komando Pusat AS (US Central Command) mengonfirmasi bahwa gelombang serangan terbaru ini menargetkan pasukan militer Iran. Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada CNN bahwa sasaran serangan meliputi sistem pengawasan pesisir, serta kemampuan drone dan rudal Iran.

"Pada pukul 16.45 waktu setempat hari ini, Komando Pusat AS mulai melancarkan serangan malam ketiga berturut-turut terhadap Iran, atas arahan Panglima Tertinggi," bunyi keterangan resmi US Central Command yang dilansir CNN, Selasa (14/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

US Central Command menambahkan, "Serangan-serangan ini akan terus memberikan dampak berat bagi pasukan Iran serta melemahkan kemampuan mereka untuk menyerang warga sipil tak berdosa dan kapal komersial di Selat Hormuz."

Ledakan Terdengar di Beberapa Kota Iran

Setelah serangan terbaru AS, rentetan ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah kota di Iran. Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan tiga ledakan terdengar di kota pelabuhan Bandar Abbas, yang terletak di Iran selatan.

Pemerintah provinsi Hormozgan menyatakan bahwa sebuah proyektil menghantam bagian barat Bandar Abbas. Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa, menurut kantor berita semi-resmi Fars News Agency.

Ledakan juga terdengar di Pulau Kish, Qeshm, dan Abu Musa, demikian dilaporkan oleh Fars. Selain itu, ledakan juga terjadi di Jam dan Kangan di provinsi Bushehr.

Dampak dan Eskalasi Konflik AS-Iran

Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik antara AS dan Iran yang telah memanas dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, AS telah memberlakukan blokade pelabuhan Iran dan menerapkan tarif 20% untuk kargo di Selat Hormuz, seperti yang dilaporkan oleh detikNews sebelumnya.

Ketegangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis untuk minyak dunia, terus meningkat. AS menuduh Iran mengancam kapal komersial dan warga sipil, sementara Iran menganggap tindakan AS sebagai agresi.

Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran mengenai serangan terbaru ini. Namun, situasi diperkirakan akan semakin memanas setelah rentetan serangan yang terus berlangsung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga