Kisah Jenderal (Purn) Try Sutrisno, Mantan Wapres yang Mencicil Rumah Dinas Selama 15 Tahun
Try Sutrisno Mencicil Rumah Dinas 15 Tahun Meski Mantan Wapres

Kisah Hidup Try Sutrisno: Dari Puncak Karir hingga Perjuangan Finansial

Jenderal (Purn) TNI Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden ke-6 Indonesia, meninggal dunia pada usia 90 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Senin (2/3/2026). Sosok yang pernah mendampingi Presiden Soeharto ini meninggalkan cerita hidup yang penuh inspirasi, termasuk perjuangannya dalam memiliki rumah pribadi.

Puncak Karir dan Tantangan Keuangan

Meski menjabat sebagai orang nomor dua di Indonesia, Try Sutrisno mengaku bukanlah pejabat yang bergelimang harta. Dalam sebuah podcast, dia bercerita bahwa dirinya harus mencicil rumah yang ditempatinya selama 15 tahun. Rumah tersebut bukanlah properti baru, melainkan rumah dinas bekas jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

"Ini rumah saya bukan korupsi, pak, ini rumah dari angkatan darat. Jadi setiap kasad boleh beli rumah dinas," ujar Try Sutrisno, menegaskan kejujurannya dalam proses kepemilikan rumah.

Proses Pembelian Rumah dengan Cicilan Panjang

Setelah tidak lagi menjabat sebagai Kasad, Try ditawari untuk membeli rumah dinas tersebut seharga Rp 85 juta pada tahun 1986. Namun, dia mengaku tidak memiliki uang tunai yang cukup. Akhirnya, TNI AD memperbolehkannya mencicil rumah tersebut dalam jangka waktu 15 tahun.

"Waktu saya pindah, saya dipersilakan boleh beli rumah dinas, tapi saya bilang saya enggak punya duit. Ini harganya (dulu) Rp 85 juta tahun sekitar 86 lebih. Tapi harga itu bisa dicicil 15 tahun," kenang Try Sutrisno tentang momen tersebut.

Menjadi Wakil Presiden Tanpa Kampanye

Dalam kesempatan yang sama, Try juga menceritakan proses penunjukannya sebagai Wakil Presiden. Dia mengaku tidak perlu berkampanye karena dipilih langsung oleh Presiden Soeharto. Hal ini terjadi karena dirinya tidak memiliki dana untuk kampanye politik.

"(Dulu) presiden yang memilih wapresnya terus ditanya Pak Harto (Soeharto) beliau mau menerima atau tidak. Kalau beliau tidak, ya cari lain lagi tapi untung dulu beliau mau. Jadi kalau saya ikut zaman sekarang mau Wapres enggak bisa, pak, enggak punya duit," tegas Try Sutrisno.

Warisan Keteladanan dan Kepergian

Try Sutrisno meninggalkan warisan keteladanan sebagai sosok yang sederhana dan jujur, meski pernah menduduki posisi tertinggi di negara. Kisah hidupnya mengingatkan bahwa kesuksesan tidak selalu identik dengan kekayaan materi. Dia wafat pada pukul 06.58 WIB, meninggalkan duka bagi keluarga dan bangsa Indonesia.