RSUD Dr Soetomo Bantah Pasien Meninggal Akibat Kebakaran
RSUD Dr Soetomo Bantah Pasien Meninggal karena Kebakaran

Manajemen RSUD Dr Soetomo Surabaya memberikan klarifikasi terkait kabar satu pasien yang meninggal dunia dalam insiden kebakaran yang terjadi pada Jumat (15/5) pagi. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa kematian pasien tersebut murni disebabkan oleh faktor penyakit yang diderita, bukan karena dampak kebakaran maupun paparan asap.

Kronologi Kebakaran di Lantai 5 PPJT

Kebakaran terjadi di area lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) rumah sakit. Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menyatakan bahwa pasien yang bersangkutan memang dalam kondisi medis yang kritis sebelum kebakaran terjadi. Saat insiden berlangsung, pasien tersebut sedang mendapatkan bantuan melalui alat medis karena mengalami kegagalan fungsi pada beberapa organ tubuh utama.

“Meninggal karena penyakit. Karena memang itu tadi sesuai dengan penjelasannya kawan-kawan bahwa kondisi sudah ter-support oleh tiga organ, yaitu paru-paru, jantung, dan ginjal. Dan cuci darah sedang on the way, dan kami tetap melakukan evakuasi, dan tentu bukan karena asap karena semuanya ter-support oleh mesin ya,” kata Cita di lokasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Prosedur Evakuasi yang Ketat

Wakil Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan, Prof Dr Ahmad Suryawan, menyatakan bahwa pasien yang menggunakan bantuan mesin tidak akan terpengaruh oleh kondisi udara di luar, termasuk asap kebakaran. Prosedur evakuasi dilakukan dengan sangat ketat tanpa memutus dukungan alat medis pada pasien.

“Kalau support mesin itu tidak ada pengaruh dari luar apa pun kan di mesin. Pada waktu dievakuasi pun support mesin tidak diputus untuk hal itu,” kata Suryawan.

Kondisi Pasien Lainnya Stabil

Mengenai kondisi pasien lainnya yang berjumlah sekitar 30 orang, pihak manajemen memastikan seluruhnya dalam keadaan stabil dan telah dievakuasi ke ruang resusitasi. Suryawan menegaskan tidak ada pasien yang mengalami luka bakar maupun sesak napas akibat insiden ini, mengingat sebagian besar pasien menggunakan alat bantu pernapasan ventilator.

“[Pasien lain] stabil. Tidak terdampak dengan asap, karena semua yang terdampak oleh asap itu petugas-petugas kami. Enggak ada sama sekali, tidak ada [pasien kena] luka bakar,” tuturnya.

Petugas Rumah Sakit Terdampak Asap

Meski pasien dinyatakan aman, pihak rumah sakit mengonfirmasi adanya korban dari pihak internal. Sebanyak empat orang petugas rumah sakit dilaporkan terdampak akibat menghirup asap saat berupaya melakukan penanganan dan proses evakuasi. Salah satu korban merupakan ketua koordinator tim api rumah sakit.

“Tidak ada sesak napas karena itu tadi juga karena semua yang pakai on-ventilator ya tetap sama mesinnya diturunkan. Petugas ada yang terdampak, malah petugas yang menolong, tapi alhamdulillah sudah teratasi. Ada empat orang tapi alhamdulillah sudah ditangani,” kata Cita menambahkan.

Investigasi Sumber Api Masih Berlangsung

Hingga saat ini, manajemen RSUD Dr Soetomo masih melakukan investigasi internal terkait sumber api yang memicu kebakaran tersebut. Pihak rumah sakit memilih untuk menunggu hasil pemeriksaan resmi dan tidak ingin memberikan pernyataan tanpa dasar yang kuat.

“Kami belum berani spekulasi,” pungkas Cita singkat.

Kebakaran melanda lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr Soetomo, Surabaya, pada Jumat (15/5) pagi. Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 06.30 WIB. Asap hitam pekat tampak membubung tinggi dari bagian atas gedung dan terlihat jelas dari luar area rumah sakit.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebanyak 33 pasien yang berada di gedung PPJT telah dievakuasi oleh petugas gabungan menuju Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Rini menjelaskan titik api berasal dari salah satu ruang vital di lantai 5.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga