PKB berencana mengumpulkan lebih dari 250 pondok pesantren dalam sebuah forum Temu Nasional. Kegiatan ini digelar menyusul maraknya laporan kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pesantren.
Latar Belakang Kegiatan
Ketua Panitia Temu Nasional Pondok Pesantren, Nihayatul Wafiroh, di DPP PKB, Jakarta, Jumat (15/5/2026), menyatakan bahwa PKB selama beberapa minggu terakhir menerima banyak permohonan, pengaduan, dan curhatan dari banyak pesantren di seluruh Indonesia tentang berbagai kasus kekerasan seksual. Hal ini mendorong PKB untuk menginisiasi forum pertemuan nasional tersebut.
Detail Acara
Acara Temu Nasional Pondok Pesantren akan digelar pada 18-19 Mei 2026 di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, dengan tema 'Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual'. Sekitar 250 pesantren telah diundang, dan jumlahnya bisa bertambah karena permintaan dari banyak pesantren masih terus masuk. Nihayatul menambahkan bahwa seluruh pesantren membutuhkan tempat untuk saling berbagi kondisi di lapangan, kondisi psikologis, dan mencari jalan keluar bersama.
Tantangan Penanganan Kasus
Nihayatul mengungkapkan bahwa banyak pihak di pesantren yang masih kebingungan dalam menangani kasus kekerasan seksual, baik dari sisi penanganan maupun prosedur hukum. Mereka mungkin belum tahu bagaimana cara menyelesaikannya dan prosedur hukum yang tepat. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak.
Keterlibatan Pemerintah dan Lembaga
Sejumlah pihak seperti Kementerian Agama, Kepolisian, hingga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) juga akan dilibatkan dalam forum tersebut. Tujuannya adalah untuk bersama-sama mencari solusi dari banyaknya peristiwa kekerasan seksual di pondok pesantren. Nihayatul menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen, termasuk pemerintah, untuk mencarikan solusi yang tepat.



